Pangkalpinang (24/7). Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya mengajak DPW LDII Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Hal itu diungkapkan saat menjadi narasumber Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII Babel, di Grand Safran Hote, Pangkalpinang, Babel, pada Kamis (23/7).
“Ekonomi hijau mendorong pembangunan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi emisi karbon dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Sedangkan ekonomi sirkular, berfokus pada pemanfaatan kembali sumber daya, agar limbah yang dihasilkan dapat diminimalkan,” ujar Bambang.
Bambang menegaskan, pengelolaan sampah harus mengutamakan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Menurutnya, teknologi waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi bukan merupakan solusi utama. “Pengelolaan sampah harus dimulai dari reduce, reuse, dan recycle. Kemudian limbah yang tersisa baru dimanfaatkan menjadi energi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Menurutnya, fasilitas tersebut membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar agar layak secara teknis dan ekonomis. “Sehingga, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah,” tutur Bambang.
Dalam paparannya, ia turut membagikan pengalaman sejumlah negara, termasuk Portugal, yang membangun sistem pengelolaan sampah secara bertahap hingga mampu mengoperasikan fasilitas waste-to-energy secara optimal. “Keberhasilan Portugal tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Sistem operasional, pemeliharaan, fasilitas dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah,” pungkas Bambang.
Menurut Bambang, pengelolaan sampah yang terintegrasi tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, “Tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan material daur ulang dan pengembangan energi terbarukan,” katanya.
Untuk itu, ia berharap LDII dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. “Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” kata Bambang.
Menutup pemaparannya, Bambang mengajak pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” pungkasnya.














