Jakarta (23/7). Pembentukan karakter anak sejak usia dini dan keteladanan orang dewasa merupakan kunci utama mewujudkan Generasi Emas 2045. Hal tersebut disampaikan Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII, Siti Nurannisaa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN).
“Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam mencetak generasi penerus bangsa. Insya Allah, apabila bekal karakter ditanamkan sejak usia dini dan dipraktikkan secara konsisten di lingkungan keluarga, karakter tersebut akan menjadi pelindung yang menyertai anak hingga dewasa,” tegas Nisaa.
Ia melanjutkan, untuk menghadapi tantangan pengasuhan di era digital, LDII menyikapi bahwa teknologi bukanlah musuh yang harus dijauhi, melainkan alat pendukung kehidupan. Menurutnya, teknologi tidak boleh menggantikan peran utama orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.
“Kedekatan emosional tidak dapat digantikan oleh layar. Biarkan anak lebih sering mendengar suara ibunya saat makan bersama daripada suara gawai di atas meja. Biarkan mereka lebih banyak belajar dari tangan ayah yang mengajarkan keterampilan sehari-hari daripada hanya menyaksikannya melalui video,” lanjutnya.
Nisaa mengimbau para orang tua untuk menghadirkan aktivitas keluarga secara nyata agar anak memperoleh pengalaman langsung. Ia menerangkan perangkat teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi atau pembelajaran, namun tetap berada di bawah pendampingan orang tua sesuai usia dan kebutuhan anak.
“Untuk mendukung perlindungan anak yang menyeluruh, meliputi aspek kesehatan, gizi, pendidikan, hingga perlindungan sosial. LDII terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah,” jelasnya.
Ia menerangkan, seperti bidang kesehatan dan pengasuhan keluarga, LDII telah menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Ia menegaskan wujud sinergi tersebut terlihat dari berbagai program edukasi. Di antaranya pemenuhan gizi, pencegahan stunting bagi keluarga dan remaja putri, hingga peningkatan literasi digital bagi orang tua dan anak, “Melalui kolaborasi tersebut, LDII berkomitmen mendukung hak anak untuk tumbuh sehat secara fisik, mental, dan sosial, sekaligus mewujudkan lingkungan digital yang aman,” imbuh Ketua DPP LDII itu.
Untuk menyambut Indonesia Emas 2045, LDII mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pendidikan formal atau kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga membenahi lingkungan tempat anak tumbuh.
Ia menekankan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum penting bagi orang dewasa untuk merefleksikan kembali keteladanan yang ditunjukkan kepada anak-anak setiap hari. Ia menjelaskan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan untuk anak, melainkan momentum bagi seluruh orang dewasa untuk bercermin, “Sudahkah kita menghadirkan rumah yang aman, sekolah yang memanusiakan, lingkungan yang melindungi, dan teladan yang layak mereka tiru?,” tegasnya.
Nisaa berpesan masa depan anak sesungguhnya dibentuk oleh pilihan dan perilaku orang dewasa saat ini. Menurutnya, pertanyaan mendasar yang perlu direnungkan bersama bukanlah menjadi apa anak-anak di masa depan, melainkan teladan orang dewasa seperti apa yang sedang ditunjukkan kepada mereka hari ini.

