Jakarta (25/7). DPP LDII menghadiri Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026 yang menjadi ajang pembinaan karakter melalui sepak bola bagi generasi muda. Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/7/2026), itu diikuti sekitar 11.000 atlet kelompok usia U-10 dan U-12 dari berbagai daerah di Indonesia.
Bendahara Umum DPP LDII Richan Nurhasan Mudzakar mengatakan, dukungan LDII terhadap FORSGI merupakan bagian dari upaya menanamkan 29 karakter luhur kepada generasi muda melalui sepak bola, “Program ini sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini dilakukan LDII agar pembentukan karakter dapat dilakukan sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Richan, dari 29 Karakter Luhur yang menjadi fokus pembinaan LDII, terdapat tiga karakter yang sangat relevan ditanamkan melalui sepak bola, yakni rukun, kompak, dan kerja sama, “Nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam olahraga, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ia berharap para atlet FORSGI mampu menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. “Bermainlah dengan fair play, bermain baik, dan bermain indah. Melalui sepak bola, anak-anak diharapkan mampu mengimplementasikan karakter-karakter luhur yang selama ini dibina LDII,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum FORSGI Agus Riyanto menjelaskan bahwa festival nasional tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan bibit-bibit pesepak bola Indonesia sejak usia dini.
“Kami berharap dari pembinaan ini lahir pemain-pemain terbaik yang dapat memperkuat PSSI, bahkan membawa Indonesia tampil di Piala Dunia. Syukur-syukur suatu saat Indonesia juga mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia,” ujarnya.

Festival tersebut dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kick Off Piala Bela Negara merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pembinaan melalui olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan seperti cinta tanah air, semangat rela berkorban, memegang teguh nilai-nilai Pancasila, serta memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.
“Anak-anak usia 10 dan 12 tahun inilah yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Melalui Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026, LDII berharap sinergi dengan FORSGI terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda. Sepak bola tidak hanya menjadi sarana mencetak atlet berprestasi, tetapi juga wahana menanamkan nilai-nilai luhur, sehingga lahir generasi yang sportif, berakhlak mulia, serta memiliki semangat bela negara.

