Anak-anak itu menginjak Lapangan Sepak Bola Ponpes Minhajurrosyidin untuk mengikuti Festival Piala Bela Negara 2026 dengan sebuah mimpi besar: jadi pemain bola profesional. Ribuan kilometer mereka lalui demi cita-cita.
Pendulum jam menunjuk tengah malam ketika tiga mobil yang membawa kontingen FORSGI Bengkulu berhenti di Lampung. Anak-anak yang sedari pagi menempuh perjalanan darat akhirnya bisa merebahkan badan sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Esok paginya, mereka kembali duduk berdesakan di dalam mobil. Jalan yang panjang, pelabuhan penyeberangan, hingga ratusan kilometer aspal yang membelah Pulau Sumatra mereka lalui tanpa banyak keluhan.
Tujuannya hanya satu: bertanding di Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026, ajang sepak bola usia dini yang diselenggarakan Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI), yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Ponpes Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Sabtu (25/7/2026).
Bagi Arka Rega Putra, perjalanan hampir dua hari itu menjadi harga yang pantas untuk sebuah kesempatan. “Capek, tapi tetap semangat,” ucap pemain FORSGI U-12 Bengkulu itu sambil tersenyum.
Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, Arka sudah menyimpan mimpi yang mungkin dimiliki jutaan anak Indonesia: mengenakan seragam tim nasional, “Cita-cita saya ingin masuk timnas.”
Mimpi itu tidak datang begitu saja. Tiga kali dalam sepekan, ia berlatih sepak bola. Orang tuanya setia mengantar ke lapangan setiap sore. Arka hanyalah satu dari 14 pemain yang dibawa FORSGI Bengkulu. Mereka berasal dari delapan kabupaten dan kota, lalu dipertemukan dalam satu tim setelah melalui pembinaan dan seleksi berjenjang.
Ketua FORSGI Provinsi Bengkulu Sutresno mengatakan perjalanan menuju Jakarta menjadi bagian dari proses yang membentuk mental para pemain, “Kami menempuh perjalanan selama dua hari menggunakan tiga mobil. Alhamdulillah semua anak tetap semangat sampai tiba di Jakarta,” ujarnya.
Menurut Sutresno, semangat itu lahir bukan hanya dari keinginan bermain sepak bola, tetapi juga dari dukungan keluarga yang terus mengiringi langkah mereka.
“Alhamdulillah orang tua sangat mendukung. Harapan kami, anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter luhur sekaligus siap menyongsong Indonesia Emas,” katanya.
Di waktu yang hampir bersamaan, perjuangan lain dimulai dari Pulau Kalimantan. Para pemain FORSGI Kalimantan Selatan lebih dulu meninggalkan kampung halaman menuju Banjarbaru. Selama lima hari mereka menjalani pemusatan latihan, sebelum akhirnya terbang menuju Bandara Soekarno-Hatta bersama tiga orang ofisial.
Official FORSGI Kalimantan Selatan Rifai, mengatakan tim tersebut dihuni pemain dari berbagai kabupaten dan kota, mulai dari Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, hingga Tabalong yang menjadi daerah dengan jarak tempuh terjauh.
“Anak-anak kami kumpulkan terlebih dahulu untuk training camp. Setelah itu baru berangkat bersama ke Jakarta,” ujarnya.
Bagi para pemain, perjalanan itu bukan sekadar berpindah pulau. Mereka belajar hidup bersama, saling membantu, menjaga disiplin, dan bertanggung jawab sebagai sebuah tim bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Semangat itu juga dirasakan Danes, pemain U-12 asal Kalimantan Selatan. “Saya ingin jadi pemain sepak bola. Harapannya bisa juara dan mencari pengalaman,” katanya.
Di lapangan, semua anak mengenakan jersey yang berbeda-beda. Ada yang datang dengan pesawat, ada yang berhari-hari di jalan menggunakan mobil dan kapal. Ada yang berasal dari kota besar, ada pula yang tumbuh di daerah pelosok.
Namun ketika peluit pertandingan dibunyikan, jarak ribuan kilometer yang mereka tempuh seolah tak lagi berarti. Yang tersisa hanyalah anak-anak yang bermain dengan penuh kegembiraan, mengejar bola sekaligus mengejar mimpi.
Mungkin, bagi sebagian orang, Festival Piala Bela Negara hanyalah sebuah turnamen sepak bola usia dini. Namun bagi Arka, Danes, dan 1.100 atlet FORSGI yang berlaga di Festival Kick Off Bela Negara, perjalanan menuju Jakarta adalah pelajaran pertama bahwa untuk mewujudkan mimpi selalu ada proses dan memerlukan pengorbanan.













