Bekasi (30/7). Yayasan Pena Ilmu bersama LDII Kota Bekasi menyelenggarakan Festival Generasi Pena Ilmu (FGPI) yang diikuti sekitar 1.000 generasi muda. Kegiatan itu berlangsung di Komplek Puri Idaman, Kota Bekasi, Jawa Barat pada 20–21 Juli 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat karakter generasi muda sejak usia dini. Ketua LDII Kota Bekasi, Ari Wijanarko, menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda menjadi salah satu perhatian utama LDII. Ia menjelaskan, LDII membangun karakter generasi muda melalui penerapan 29 karakter luhur yang menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan, “Anak-anak kita merupakan aset besar yang melanjutkan perjuangan bangsa ini,” ujar Ari.
Ia menambahkan, seluruh generasi muda LDII perlu memiliki karakter luhur sebagai bekal menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat. “Semua anak-anak supaya memiliki 29 karakter luhur,” tambahnya.
Plt Asisten Daerah 2 Pemerintah Kota Bekasi, H. Agus Arfa Senjaya, mengapresiasi pelaksanaan FGPI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk peran aktif masyarakat yang sejalan dengan harapan pemerintah dalam membina generasi muda, “Pemerintah sangat mendukung sekali adanya kegiatan ini,” kata Agus.
Agus berharap FGPI dapat menjadi salah satu wadah pembinaan generasimuda LDII di Kota Bekasi. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan oleh LDII Kota Bekasi maupun masyarakat secara luas, “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan khususnya oleh LDII Kota Bekasi dan umumnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pena Ilmu,Ericko Chandra Utama mengatakan FGPI menjadi puncak apresiasi atas capaian generasi muda yang mengikuti pembinaan di sekolah karakter Yayasan Pena Ilmu. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi generasi muda mulai dari usia kanak-kanak hingga remaja, “Kami berharap generasi penerus ini bisa menjadi generasi yang sukses dan berakhlak mulia,” ucap Ericko.
Saat ini, Yayasan Pena Ilmu membina 51 sekolah karakter yang tersebar di wilayah Kota Bekasi hingga Jakarta Timur. Yayasan tersebut menjalankan pembinaan melalui kegiatan di kelas hingga program kemandirian yang disesuaikan dengan usia peserta.
“Sukses memiliki ilmu yang tinggi, paham ilmu dunia maupun ilmu agama, serta menjadi pribadi yang mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

