Siak (13/8). Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak, KH. Khairul Akhyar, mengajak umat Islam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah dalam menjaga persatuan bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Umum LDII Tualang di Masjid Tawakkal, Kabupaten Siak, Riau, pada Minggu (2/8/2026).
Pengajian yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathaniyah dalam Bingkai NKRI” itu diikuti warga LDII, pengurus pondok pesantren, dan masyarakat sekitar.
Dalam tausiyahnya, KH Khairul Akhyar mengatakan persaudaraan perlu dibangun tidak hanya di antara sesama muslim, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ukhuwah menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan yang rukun di tengah keberagaman.
“Kita harus memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, sesama manusia, dan sesama warga negara. Dengan ukhuwah yang kuat, kita dapat menjaga persatuan dan bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga LDII dan pengurus pondok pesantren memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas dakwah. Menurutnya, ruang digital perlu diisi dengan informasi yang edukatif dan membawa pesan kebaikan.
“Jadilah digital leader yang mampu menyampaikan dakwah dengan santun, edukatif, dan mengajak kepada amar makruf. Media digital jangan hanya digunakan untuk menerima informasi, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan kebaikan,” katanya.
KH Khairul Akhyar menilai dakwah digital juga memiliki peran penting dalam menghadapi penyebaran hoaks dan informasi yang dapat memicu perpecahan. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan tabayun sebelum menerima maupun menyebarkan suatu informasi.
“Tantangan di media sosial adalah informasi yang belum tentu benar, termasuk hoaks dan framing. Karena itu, jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebarkan. Kita harus tabayun dan mengedepankan sikap yang bijak,” tuturnya.
Terkait berbagai pandangan yang berkembang mengenai LDII, KH Khairul Akhyar mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan saling memahami. Ia mengatakan penilaian terhadap suatu organisasi perlu dilakukan secara objektif dan tidak berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kalau ada persoalan atau perbedaan pandangan, mari kita kedepankan tabayun, dialog, dan saling memahami. Jangan sampai penilaian yang tidak berdasarkan informasi yang utuh justru merusak persaudaraan,” tegasnya.
Ia juga mengajak umat Islam menjadi umat yang moderat dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjadi ummatan wasathan, yaitu umat yang moderat, adil, dan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Melalui pengajian tersebut, PC LDII Tualang berharap pesan yang disampaikan KH Khairul Akhyar dapat memperkuat ukhuwah, meningkatkan literasi digital, dan mendorong masyarakat menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah serta menyebarkan kebaikan.












