Sukoharjo (19/8). DPD LDII Sukoharjo menggelar seminar keorangtuaan, bertajuk “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak di Era Digital”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Albarokah Hall & Convention, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kapasitas orang tua dalam mendidik dan mendampingi anak. Ketua DPD LDII Sukoharjo, Dalono Abdul Rosyid, mengatakan keluarga memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter generasi penerus.
Menurut dia, pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah atau lembaga pendidikan. Orangtua perlu hadir sebagai pendamping sekaligus teladan dalam kehidupan sehari-hari, “Anak pertama kali belajar dari lingkungan keluarga. Cara orang tua berbicara, bersikap, mengambil keputusan, hingga menggunakan teknologi akan menjadi contoh bagi anak,” kata Dalono.
Dalono mengatakan tantangan pengasuhan saat ini semakin kompleks karena anak memiliki akses luas terhadap berbagai informasi. Orang tua perlu memahami dunia digital agar dapat memberikan pendampingan secara proporsional, “Kita tidak bisa sekadar melarang anak menggunakan gawai. Orang tua perlu memahami manfaat dan risikonya, kemudian membuat aturan yang disepakati bersama,” ujarnya.
Menurut Dalono, pembentukan karakter perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Nilai keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama perlu dibangun melalui praktik sehari-hari.
“Keteladanan lebih mudah diterima anak daripada nasihat yang hanya disampaikan berulang-ulang. Karena itu, orang tua harus terlebih dahulu memberikan contoh,” katanya.
Seminar juga menjadi ruang bagi para orang tua untuk membahas persoalan pengasuhan yang mereka hadapi. Peserta mengikuti materi mengenai komunikasi keluarga, pendampingan penggunaan teknologi, penguatan akhlak, serta cara membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar penggunaan gawai, media sosial, pendidikan karakter, dan pola komunikasi di rumah.
Dalono menambahkan, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda LDII. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak keluarga dan lingkungan pendidikan.
“Kami ingin orang tua memiliki bekal yang cukup untuk mendampingi anak menghadapi perubahan zaman. Keluarga yang kuat akan membantu melahirkan generasi yang religius, berkarakter, mandiri, dan mampu menggunakan teknologi secara bijak,” tutur Dalono.













