Magelang (19/8). PC LDII Muntilan menggelar munaqosah atau ujian evaluasi pembelajaran agama bagi generasi penerus pada semester genap 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Al-Manshurin, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (28/6/2026).
Penanggung jawab kegiatan Afiyat Setiawan mengatakan munaqosah tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan peserta. Hasil evaluasi juga menjadi bahan bagi pengajar untuk memperbaiki pola pembelajaran pada periode berikutnya, “Kami ingin melihat perkembangan peserta secara menyeluruh. Hasil munaqosah akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan materi dan strategi pembelajaran pada semester berikutnya,” ujar Afiyat.
Menurut Afiyat, evaluasi berkala diperlukan agar proses pembinaan dapat mengikuti perkembangan kemampuan masing-masing peserta. Anak-anak juga diarahkan untuk memahami materi agama melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan usia mereka.
“Pembinaan anak usia dini tentu berbeda dengan peserta usia sekolah dasar. Karena itu, hasil evaluasi kami gunakan untuk melihat kebutuhan setiap kelompok dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran,” katanya.
Pembina PC LDII Kecamatan Muntilan Heri Widiyanto mengatakan pembentukan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan keagamaan perlu berjalan bersama dengan pembiasaan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin generasi muda LDII tumbuh menjadi pribadi profesional religius. Ilmu agama perlu diterapkan melalui sikap disiplin, jujur, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang Gunawan Budi Sulistyo mengapresiasi pelaksanaan munaqosah sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus yang terstruktur. Ia mengatakan pembinaan anak dan remaja perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pengajar, orang tua, serta lingkungan.
“Munaqosah menjadi salah satu instrumen untuk melihat hasil pembinaan. Kami berharap pengurus dan pengajar terus meningkatkan kualitas pendidikan agar generasi muda memiliki pemahaman agama, karakter luhur, dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” kata Gunawan.
Gunawan menambahkan, pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat dan bangsa. Ia mendorong setiap kegiatan pendidikan LDII diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama, keterampilan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
“Targetnya bukan hanya anak mampu menjawab soal atau menyelesaikan ujian. Kami ingin mereka mampu membawa nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujarnya.













