Lamongan (27/8). Pemuda LDII Karanggeneng menggelar Seminar Pengenalan Profesi bertajuk “Mau Jadi Apa Kamu?”. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Dakwah Walibarokah, Lamongan, Jawa Timur pada Minggu (16/8/2026).
Seminar tersebut memberikan materi terkait pengenalan profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekolah kedinasan, dan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi masa depan. Wakil Sekretaris DPD LDII Lamongan, Kartono menjadi narasumber kegiatan tersebut.
Ia memberikan gambaran kepada peserta mengenai dunia kerja, khususnya profesi ASN, sekaligus berbagi pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh pertanian, “Sebagai ASN kita dituntut untuk profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk pekerjaan saya sebagai Penyuluh Pertanian – BPP Kecamatan Kalitengah yakni memberikan penyuluhan, praktek lapangan dan bertemu langsung dengan petani,” jelas Kartono.
Ia menjelaskan menjadi ASN merupakan salah satu pilihan profesi yang dapat dipertimbangkan generasi muda. Namun, untuk mencapai profesi tersebut diperlukan persiapan, kompetensi, serta kesungguhan dalam menempuh pendidikan dan mengembangkan kemampuan diri.
“Untuk menjadi seorang ASN diperlukan persiapan, kompetensi dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan dan pengembangan diri. Profesi ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” tambahnya.
Kartono menjelaskan PNS dan PPPK memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Ia juga memberikan wawasan mengenai sekolah kedinasan sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi generasi muda.
“Ada beberapa pilihan sekolah kedinasan yang bisa dijadikan pilihan pendidikan seperti STAN, STIS, STMKG, IPDN dan lain sebagainya. Mengetahui minat dan bakat diri penting dilakukan agar kelak tidak bingung dalam menentukan masa depan,” tegas Kartono.
Kartono menekankan bahwa generasi muda perlu mengenali potensi, minat, dan kemampuan diri sebelum menentukan pilihan pendidikan maupun profesi. Menurutnya, pilihan masa depan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada ikut-ikutan, tetapi melalui pertimbangan yang matang dan persiapan sejak dini.
“Persiapan menghadapi masa depan tidak dapat dilakukan secara instan. Generasi muda perlu memanfaatkan masa pendidikan untuk memperbanyak ilmu, pengalaman, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Ia menerangkan perlu untuk meningkatkan keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti kemampuan akademik, komunikasi, penguasaan teknologi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta integritas. Menurutnya, memiliki arah tujuan dan cita cita yang jelas akan memberikan kita energi untuk berjuang.
Kartono berharap dapat memberikan wawasan baru bagi Pemuda LDII Karanggeneng dalam menentukan arah pendidikan dan karier. Menurutnya, selain mengejar profesi, generasi muda juga didorong untuk memiliki karakter yang baik serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.














