Nganjuk (7/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, Kertosono, Ngajuk, Jawa Timur menggelar Jalan Sehat Bersama Keluarga (Jasbekel) dan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jalan sehat tersebut untuk merayakan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang menjadi agenda tahunan ponpes tersebut.
Perhelatan tahunan ini yang diadakan pada Sabtu (29/8/2026), yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari unsur santri, guru, keluarga besar pesantren, hingga pelajar SMK Budi Utomo. Jasbekel dan bazar ini mendapat apresiasi dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Marhaen Djumadi mengaku terkesan dengan kedisiplinan dan antusiasme para peserta yang telah memadati lokasi sejak pagi sebelum acara dimulai. Ketertiban serta semangat para santri dalam mengikuti ajang ini, menurut Bupati Nganjuk, merupakan wujud nyata penanaman nilai-nilai nasionalisme, “Saya diundang jam 6. Saya datang jam 6 kurang sudah ramai. Ini termasuk mengimplementasikan bagaimana kita menghargai pahlawan-pahlawan,” ujarnya.
Marhaen juga menyampaikan terima kasih kepada Ponpes Al Ubaidah. Karena dinilai berhasil menanamkan kebiasaan disiplin kepada para santri sejak dini. “Kebiasaan-kebiasaan disiplin dididik dari awal. Waktu kita datang, antusiasnya luar biasa, tertib, yel-yelnya bikin merinding. Saya setiap tahun hadir,” katanya.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono Habib Ubaidillah Al Hasany, menjelaskan, Jasbekel merupakan agenda rutin tahunan keluarga besar pesantren sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. “Kegiatan menjadi ajang kebersamaan dan olahraga, tetapi juga sarana pendidikan bagi para santri untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air,” paparnya.
Habib Ubaid juga menegaskan, perayaan kemerdekan RI seperti Jasbekel merupakan bukti rasa syukur kepada Allah atas kemerdekaan bangsa Indonesia, “Di samping itu memberikan pembelajaran pada anak-anak kita supaya benar-benar punya rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, memiliki jiwa kebangsaan dan sangat cinta pada Tanah Air,” tuturnya.
Ia menegaskan, kecintaan terhadap Tanah Air harus diwujudkan melalui usaha nyata dengan menjaga dan melestarikan Indonesia. “Dengan cinta pada Tanah Air pasti ada upaya, ada usaha untuk melestarikan Indonesia ini. Pasti akan sedih kalau Indonesia sampai terpecah belah,” ujarnya.
Habib juga berharap kondisi Indonesia yang aman dan utuh dapat terus dijaga karena akan berpengaruh terhadap kelancaran para santri dalam menuntut ilmu dan menjalankan ibadah. “Kalau Indonesia terpecah belah, tentu akan berdampak pada kelancaran mencari ilmu dan keutamaannya adalah kelancaran dalam urusan-urusan ibadah,” imbuhnya.

Kegiatan ini dirancang untuk mendidik para santri agar memiliki jiwa kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air yang kuat, “Bukti syukur kepada Allah atas kemerdekaan ini, di samping itu memberikan pembelajaran kepada anak-anak kita supaya benar-benar punya rasa kebangsaan, yang memiliki jiwa kebangsaan dan sangat cinta pada Tanah Air,” tegas Habib.
Apresiasi senada disampaikan Camat Kertosono, Widi Cahyono. Ia berpesan agar para santri terus meneruskan perjuangan para pahlawan melalui giat belajar dan kegiatan positif, “Mari kita jaga bersama Indonesia sesuai dengan tema pada tahun ini, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” pesannya.
Selain jalan sehat dan bazar UMKM yang menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kemeriahan acara juga diwarnai dengan pertunjukan seni pencak silat santri yang semakin mempererat rasa persatuan di lingkungan pesantren.















