Pemalang (10/9). Ratusan remaja LDII Kabupaten Pemalang mengikuti sarasehan persiapan kehidupan berkeluarga di kawasan Bendung Mejagong. Kegiatan tersebut berlangsung di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu, (30/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut mereka mendapatkan materi kesiapan mental, kehidupan rumah tangga, hingga kemandirian ekonomi sebelum menikah.
DPD LDII Kabupaten Pemalang menggelar sarasehan melalui Penggerak Pembina Generasi Penerus (PPG). Kegiatan bertajuk “Persiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja” itu menjadi pembekalan bagi generasi muda sebelum memasuki pernikahan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Sarwono mengatakan kesiapan menjadi pasangan suami istri perlu dibangun sejak masa remaja. Menurut dia, persoalan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menikah, “Pernikahan bukan sekadar mengikat janji. Ada kesiapan mental, agama, dan finansial yang perlu dipersiapkan,” kata Agus.
Ia mengatakan pembekalan tersebut juga membahas hak dan kewajiban suami istri. Remaja mendapat materi tentang pengelolaan kehidupan keluarga, kemandirian ekonomi, dan perencanaan karier.
“Generasi muda perlu memahami tanggung jawab dalam rumah tangga sejak sebelum menikah. Mereka juga perlu memiliki kemampuan mengelola ekonomi dan membangun komunikasi dengan pasangan,” ujarnya.
Data perceraian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut digelar. Kabupaten Pemalang mencatat 3.509 kasus perceraian sepanjang 2025. Angka itu menempatkan Pemalang di posisi keempat dengan jumlah perceraian tertinggi di Jawa Tengah.
Agus mengatakan persiapan tersebut diperlukan agar calon pasangan memiliki bekal menghadapi persoalan rumah tangga. Ia juga mendorong peserta membangun komunikasi dan tanggung jawab sejak awal.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki bekal yang cukup sebelum membina rumah tangga. Kesiapan itu mencakup agama, mental, hubungan dengan pasangan, dan ekonomi,” kata Agus.















