Pemalang (18/9). DPD LDII Kabupaten Pemalang meraih juara tiga dalam lomba olahan sorgum, yang dihelat DPW LDII Jawa Tengah. Dalam perhelatan yang dilaksanakan di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2026), mereka menjadi salah satu dari 22 DPD LDII kabupaten dan kota yang mengikuti lomba olahan pangan lokal tersebut.
Lomba itu digelar DPW LDII Jawa Tengah untuk mengangkat pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan. Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah.
Tim DPD LDII Pemalang terdiri atas Catur Susini, Rusmawati, Ken Utami, dan Nur Anissa. Sri Hartati dan Adib Falahi mendampingi tim selama perlombaan.
Tim Pemalang mempresentasikan sejumlah olahan berbahan sorgum di hadapan dewan juri. Mereka membawa produk dengan pengolahan yang memperhatikan kebersihan dan penyajian makanan.
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono mengatakan lomba tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong diversifikasi pangan. Sorgum menjadi salah satu bahan pangan lokal yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut.
“Lomba ini mendorong masyarakat mengolah pangan lokal secara kreatif. Sorgum memiliki kandungan gizi dan dapat diolah menjadi berbagai makanan,” kata Singgih saat membuka acara.
Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan pemanfaatan pangan lokal dapat dikembangkan melalui inovasi kuliner. Ia menilai kegiatan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat masyarakat.
“Pengolahan sorgum dapat menjadi bagian dari diversifikasi pangan. Produk pangan lokal juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumah tangga,” ujar Eko.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Sarwono mengatakan capaian tersebut menjadi hasil kerja tim yang mengikuti perlombaan. Ia mendorong hasil olahan sorgum dapat dikembangkan lebih lanjut di Pemalang.
“Juara tiga ini menjadi hasil dari kreativitas tim Pemalang. Kami ingin olahan sorgum terus dikembangkan dan dikenal masyarakat. Produk ini juga dapat menjadi peluang usaha pangan sehat,” kata Agus.
Agus mengatakan pengembangan pangan alternatif perlu diikuti dengan pengenalan cara pengolahan kepada masyarakat. “Tim LDII Pemalang juga diharapkan dapat membagikan pengalaman dari perlombaan kepada warga di daerah,” tutupnya.














