Gunungkidul (18/9). Sekitar 5.000 anggota Pramuka menghadiri puncak Hari Pramuka ke-65 tahun, tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perhelatan tersebut berlangsung di Alun-alun Wonosari, Gunungkidul, DIY, pada Sabtu, (22/8/2026).
Ketua Sakocab Sekawan Persada Nusantara (SPN) Suharyanto turut menghadiri apel besar, yang dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada kesempatan itu, Gubernur DIY mengatakan Gerakan Pramuka perlu mengambil peran dalam mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, karakter Pramuka sebagai manusia pembangun dapat diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, “Pramuka tidak hanya dididik menjadi warga negara yang baik, tetapi juga manusia pembangun yang handal,” kata Sri Sultan.
Sri Sultan mengatakan kondisi Gunungkidul memiliki keterkaitan dengan tema Hari Pramuka tahun ini. Menurut dia, karakter masyarakat Gunungkidul terbentuk dari kemampuan menghadapi keterbatasan alam, seperti batu karst, musim kemarau panjang, dan keterbatasan air, “Daya tahan tidak lahir dari kelimpahan, melainkan dari ketekunan mengubah keterbatasan menjadi kekuatan,” ujar Sri Sultan.
Ia juga mengajak anggota Pramuka DIY menjaga tanah, menghemat air, menghormati petani, dan menanam pangan. Menurut Sri Sultan, kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
“Seorang Pramuka hendaknya mencintai tanah tempat pangan tumbuh. Cinta itu harus menjelma tindakan: menjaga bumi, menghemat air, menghormati petani, dan menanam pangan,” kata Sri Sultan.
Ketua Sakocab SPN Gunungkidul, Suharyanto mengatakan nilai Dasa Darma Pramuka perlu diterapkan dalam kehidupan generasi muda di era digital. Ia menyebut perkembangan teknologi perlu berjalan bersama pembentukan karakter.
“Aktualisasi Dasa Darma Pramuka di era digital menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, anggota Pramuka perlu memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya gotong royong serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Nilai kepramukaan tetap menjadi bagian dari pembinaan generasi muda. Kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian sosial perlu diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” ujarnya.














