Boyolali (14/10). DPD LDII Kabupaten Boyolali menghadiri sosialisasi “Membangun Komitmen Ormas terhadap Nilai Pancasila untuk Menjaga Stabilitas Sosial dan Keutuhan NKRI”. Kegiatan itu diselenggarakan di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boyolali, pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan itu diikuti organisasi kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Boyolali. Kepala Kesbangpol Kabupaten Boyolali, Bambang Sutanto mengatakan ormas merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan ormas diperlukan agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Banyak hal yang dapat kita lakukan bersama-sama dengan ormas, untuk menjaga keamanan, ketertiban, kondusivitas wilayah, persatuan, dan kesatuan,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, Pemkab Boyolali melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam wadah kolaborasi, di antaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). “FKUB berperan memperkuat moderasi beragama dan menjaga kerukunan antarumat beragama, sedangkan FKDM menjadi wadah koordinasi untuk mendeteksi potensi ancaman, hambatan, dan gangguan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Melalui FKDM, potensi konflik dapat dikoordinasikan sejak dini dengan melibatkan tokoh ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Bambang berharap, sinergi tersebut dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas wilayah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejalan dengan upaya tersebut, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Boyolali, Dwi Suharno mengungkapkan LDII Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Salat Istisqa dan penyaluran bantuan air bersih ke masyarakat Desa Bengkle, Kecamatan Wonosamodro, yang terdampak kekeringan.
“Untuk memberikan kontribusi dalam rangka stabilitas sosial Kabupaten Boyolali, kami mengadakan kegiatan seperti salat Istisqa dan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Itu bentuk kontribusi sosial,” jelas Dwi Suharno.
Ia juga mengajak pengurus dan warga LDII menerapkan prinsip Karya, Komunikasi, dan Kontribusi (3K). Menurutnya, setiap karya yang dilakukan perlu dikomunikasikan dengan baik agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. “Sedikit karya apa pun bisa dikomunikasikan, itu sebagai kontribusi dari LDII,” tuturnya.
Melalui kolaborasi pemerintah dan ormas serta aksi nyata di tengah masyarakat, komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi juga diwujudkan dalam upaya menjaga kerukunan, kepedulian sosial, dan stabilitas wilayah.















