Mamuju (23/10). Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat (Sulbar). Dalam kegiatan tersebut, DPW LDII Sulbar turut menyambut dan mendampingi kunjungan yang berlangsung pada 14-15 Oktober 2026.
“Keterlibatan LDII menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahim antarlembaga keagamaan sekaligus memperkuat persatuan umat Islam di daerah,” kata Wakil Ketua DPW LDII Sulbar, Bambang Cahyadi.
Menurut Bambang, keikutsertaan LDII juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi antara MUI dan ormas Islam di Sulbar. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Semoga seluruh elemen umat dapat berkontribusi dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai,” imbuhnya.
Rombongan MUI Pusat terdiri atas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Luar Negeri Safira Machrusah, Wasekjen Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Nilmayeti Yusri, serta Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) MUI Pusat Yudi Hendriawan.
Selama di Sulbar, rombongan MUI Pusat melaksanakan sejumlah agenda strategis. Di antaranya audiensi dengan Pemerintah Provinsi Sulbar, pertemuan dengan Ketua DPRD Sulbar, serta silaturahim bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang ada di daerah.
Pada Rabu (14/10/2026), rombongan MUI Pusat diterima Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Rumah Jabatan Sekprov Sulbar. Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan MUI, khususnya dalam pembinaan umat, menjaga kerukunan, serta mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis.

Agenda berlanjut pada Kamis (15/10/2026) melalui audiensi dengan Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara ulama dan unsur pemerintahan dalam mendukung pembangunan daerah yang memperhatikan kepentingan masyarakat dan umat.
Rombongan MUI Pusat juga bersilaturahim dengan sejumlah ormas Islam di Sulbar. Dalam pertemuan tersebut, pentingnya persatuan dan kebersamaan antarormas yang tergabung dalam MUI menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan.
Sinergi antarormas dinilai penting agar berbagai potensi umat dapat disatukan untuk kepentingan yang lebih luas, terutama dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Bambang menegaskan, perbedaan latar belakang maupun pendekatan dalam berdakwah tidak seharusnya menjadi penghalang bagi lembaga keagamaan untuk bekerja sama. Menurutnya, komunikasi dan silaturahim menjadi modal penting untuk menjaga persatuan serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, LDII Sulbar berharap hubungan antarlembaga keagamaan semakin kuat sehingga mampu mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.















