Kotabaru (23/10). DPD LDII Kabupaten Kotabaru bersilaturahim dengan jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pertemuan antarwilayah perbatasan pada Minggu (18/10) di Masjid Miftahul Huda, Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Timur itu, diikuti sekitar 50 pengurus dari kedua kabupaten.
Acara itu menjadi silaturahim sekaligus berbagi pengalaman untuk memperkuat tata kelola keorganisasian di tingkat daerah. Pada kesempatan itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Kotabaru Murdianto menyampaikan peran LDII dalam membina warga di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Pamukan Barat dan Pamukan Utara, terus berjalan optimal sesuai regulasi organisasi kemasyarakatan yang berlaku.
“Keberadaan struktur lembaga di tingkat PAC maupun PC terus kami dorong agar ideal dan taat asas sesuai UU Keormasan. Pembentukan serta penyusunan pengurus di kawasan perbatasan telah diterbitkan surat keputusannya sesuai petunjuk teknis organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kesekretariatan, penataan administrasi, serta legalitas aset organisasi termasuk pemasangan papan nama resmi menjadi prioritas agar keberadaan LDII jelas dan terakreditasi di tengah masyarakat. “Secara kinerja, pembinaan rutin tetap berjalan, baik secara tatap muka maupun melalui media komunikasi digital. Keberadaan di Pamukan saat ini kondusif dan direspon positif dari lingkungan sekitar,” tuturnya.
Murdianto menegaskan, pihaknya berkomitmen mengembangkan kontribusi, karya, komunikasi organisasi di Pamukan Utara dan Pamukan Barat. “DPD LDII Kotabaru siap mengakomodasi setiap agenda positif di tingkat cabang. Jika ada kendala, tentu kita evaluasi dan perbaiki bersama,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, Suliono menegaskan pentingnya sinergi organisasi dengan pemerintah daerah setempat. Menurutnya, koordinasi lintas batas wilayah sangat diperlukan agar program kerja di dua kecamatan perbatasan tersebut dapat berjalan selaras dan sinergis.
“Kegiatan organisasi itu melekat pada wilayah pemerintah daerah. Oleh karena itu, perlu kita perjelas dan tingkatkan sinergisitas agar terjadi sinkronisasi program organisasi, terutama di wilayah perbatasan seperti Kecamatan Pamukan Barat, Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru dan Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser,” ungkap Suliono.
Ia juga menekankan, pentingnya perencanaan program rutin keagamaan dan kemasyarakatan agar terstruktur dengan baik sebelumnya, seperti halnya pelaksanaan agenda tahunan Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, program rutin tahunan hendaknya dilengkapi dengan penyusunan jadwal serta administrati yang matang agar pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan lancar.
Melalui pertemuan tersebut, kedua DPD berharap hubungan silaturahim dan kerja sama antarwilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dapat semakin kokoh, transparan, serta memberikan dampak positif bagi pembinaan warga dan masyarakat luas. (Noni/LINES)















