Bontang (23/10). Ketua DPD LDII Kota Bontang, Anton Kuswanto mengingatkan warga terkait ‘Etika Bermedia Sosial’ menghadapi perkembangan digital saat ini. Menurutnya, media sosial berimplikasi etis baik tingkat individu maupun sosial.
Hal itu disampaikan pada pengajian umum LDII Bontang pada Minggu (11/10) di Masjid Baitul Mustofa, Bontang Barat. Anton mengatakan, perkembangan teknologi digital membuat media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. “Meski bermanfaat, tapi penggunaan media sosial masih menimbulkan berbagai implikasi etis, baik pada tingkat individu maupun sosial,” kata dia.
Anton menyebut, banyak penelitian menemukan kesadaran etika digital yang rendah memicu penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, serta pelanggaran privasi. “Untuk itu, saya menekankan agar warga sadar etika digital dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan kondusif,” ujar Anton.
Ia menambahkan, dengan kesadaran dan praktik etika digital yang baik, kita dapat meminimalkan dampak negatif media sosial dan memaksimalkan potensinya sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis. “Dengan kesadaran dan praktik etika digital yang baik, kita dapat meminimalkan dampak negatif media sosial dan memaksimalkan potensinya sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis,” ujarnya.
Menurut Anton dalam bermedia sosial warga harus bisa menyaring berita yang mana benar dan mana yang salah. “Kita harus cek dan ricek sebelum membagikan atau sharinf informasi di medsos. Saring dulu sebelum Sharing, cek dulu kebenaran informasi baru setelah itu dibagikan,” tegas Anton.
Untuk mewujudkan bijak dalam bersosial media, warga LDII harus bisa memperlakukan sosial media sebagai alat komunikasi yang baik tanpa mencela, tanpa menghina, tanpa menjelek-jelekkan dan menyebarkan hoaks. “Hal ini adalah sikap warga LDII dalam menyikapi perkembangan teknologi yang serba digital saat ini,” tutupnya.















