Bandar Lampung (27/10). DPD LDII Kota Bandar Lampung mengirimkan 21 pemuda untuk mengikuti Sekolah Kerukunan dan Kemah Kerukunan Pemuda dan Pelajar Lintas Agama yang diselenggarakan FKUB Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang diadakan di Bumi Perkemahan Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandar Lampung, Rajabasa, Sabtu (24/10/2026) itu diikuti sekitar 300 pemuda dari berbagai kabupaten/ kota di Lampung dengan latar belakang agama dan organisasi yang beragam. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, dan kepedulian lingkungan di tengah keberagaman masyarakat.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keharmonisan dan persatuan. Menurutnya, kegiatan lintas agama perlu menjadi ruang bagi pemuda untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan belajar memahami perbedaan. “Pemuda memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, keharmonisan, dan persatuan,” ujarnya.
Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. Muhammad Miftah Falah, menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kerukunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan generasi muda.
“Kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama lintas agama, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menjaga persatuan. LDII siap terus bersinergi dengan FKUB, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam merawat kerukunan di Kota Bandar Lampung,” ujar Miftah.
Selain mengikuti rangkaian kemah, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung bersama Wali Kota Bandar Lampung, unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, dan jajaran FKUB juga berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Miftah menyampaikan bahwa kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang. “Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi kehidupan untuk masa depan bumi dan anak cucu kita. Dalam ajaran kita, menjaga alam adalah bagian dari amanah. Setiap pohon yang kita tanam hari ini diharapkan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Salah satu peserta dari LDII, M. Wildan Fadillah, mengaku mendapatkan pengalaman positif selama mengikuti Kemah Kerukunan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk berkenalan dan berinteraksi dengan pemuda dari berbagai latar belakang. “Bagi saya, Kemah Kerukunan ini menjadi pengalaman yang sangat positif. Saya bisa mengenal teman-teman baru, belajar menghargai perbedaan, dan merasakan secara langsung bahwa kebersamaan dapat terjalin meskipun kita memiliki latar belakang yang berbeda. Kegiatan ini juga mengingatkan kami sebagai generasi muda untuk ikut menjaga kerukunan dan menciptakan suasana yang damai di masyarakat,” ungkap Wildan.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya toleransi, persatuan, dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi LDII, partisipasi dalam Kemah Kerukunan merupakan bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak mulia, mampu menghargai perbedaan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami selama kegiatan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kota Bandar Lampung berharap sinergi antara pemerintah, FKUB, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda lintas agama semakin kuat. Semangat persaudaraan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.














