Kediri (1/11). Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri memperkuat karakter santri melalui seminar kebangsaan dan pencegahan narkoba. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pertemuan Ponpes Wali Barokah lantai 2, Selasa (27/10/2026).
Seminar ini melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, Kementerian Agama Kota Kediri, dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, KH Sunarto, mengatakan santri perlu memiliki wawasan kebangsaan dan karakter yang kuat. Menurutnya, pemahaman agama harus diimbangi pengetahuan serta kesiapan menghadapi tantangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh. Ia mengapresiasi komitmen Ponpes Wali Barokah dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap bersih dari narkoba. Menurut Yudha, momentum Hari Santri dan Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Salah satunya dengan membekali santri pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta risiko peredarannya.
“Kita harus mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kami sangat mensyukuri dan mengapresiasi komitmen Ponpes Wali Barokah dalam menjaga lingkungan pesantren agar tetap bersih dari narkoba. Hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Yudha.
Pencegahan narkoba, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan lembaga pendidikan, pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Edukasi berkelanjutan diharapkan membantu santri mengenali risiko serta mendukung lingkungan yang sehat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penyiapan generasi muda berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, A. Zamroni, mengingatkan santri agar menunjukkan kebanggaan melalui pengabdian nyata. Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Semangat perjuangan santri harus diteruskan melalui akhlak, kepedulian sosial, gotong royong, dan keteladanan. “Santri diharapkan berperan aktif dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan masyarakat,” jelas Zamroni.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Aris Fahrudin, mewakili Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Un Achmad Nurdin. Ia menyoroti patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai unsur penting pembentukan karakter pemuda. Aris juga mengapresiasi peran pesantren dalam membangun karakter serta mendorong kolaborasi dengan pemerintah. Menurutnya, keberagaman di lingkungan pesantren mencerminkan kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan.
Seminar ini menegaskan pentingnya memadukan pendidikan agama, wawasan kebangsaan, dan kesadaran terhadap bahaya narkoba. Ponpes Wali Barokah berharap kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait terus berlanjut. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan santri yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan karakter kuat dan semangat pengabdian, santri diharapkan turut menjaga persatuan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.















