Depok (6/11). Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah membuka Festival Generus Depok 2026 sebagai upaya mendorong pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan yang diselenggarakan DPD LDII Kota Depok tersebut juga menjadi ruang bagi generasi penerus untuk mengasah kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan.
Festival tersebut diselenggarakan pada Sabtu (31/10/2026), dan diikuti generasi penerus dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) LDII di Kota Depok. Dalam sambutannya, Chandra mengapresiasi Festival Generus Depok 2026 yang dinilainya dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter positif.
Ia menilai generasi muda membutuhkan ruang positif untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter. Pembentukan karakter tidak hanya berlangsung melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui aktivitas yang melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, dan sportivitas, “Tentunya ini menumbuhkan jiwa sportivitas, solidaritas, dan mempererat silaturahim antarwarga Kota Depok,” ujar Chandra.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Depok Chairul Baihaqi mengatakan, Festival Generus merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membina generasi penerus. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan yang seimbang, mulai dari aspek keagamaan, pembentukan karakter, keterampilan, hingga kemampuan sosial.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi salah satu ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang masing-masing, baik pengetahuan maupun dakwah,” ungkap Baihaqi.
Melalui Festival Generus Depok 2026, LDII berharap generasi muda mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi, sekaligus memiliki karakter luhur, mampu bekerja sama, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.















