Surabaya (6/10). DPW LDII Jawa Timur mendorong para santri untuk memperkuat akhlak luhur sekaligus mengambil peran dalam mengawal kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Karakter yang kuat harus diimbangi dengan kompetensi agar generasi muda mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya Purnomo, saat menghadiri “Jawa Timur Bersholawat dan Tabligh Akbar”, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mensyukuri Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
“Akhlak luhur menjadi landasan santri dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Nilai agama dan kebangsaan harus tecermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat,” jelas Raditya.
Ia menyebut santri perlu menjadikan akhlak luhur sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dengan karakter yang kuat, mereka dapat menjadi teladan dan ikut menjaga persatuan bangsa.
“Selain membangun karakter, santri juga perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjawab tantangan zaman. Dengan bekal itu, mereka dapat berperan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga teknologi,” jelasnya.
Raditya menilai santri harus mampu mengambil peran dalam kemajuan bangsa. Potensi dan ilmu yang dimiliki perlu diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Di Jawa Timur, kontribusi generasi muda dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan yang unggul, maju, dan berkelanjutan. Penguatan karakter dan kompetensi diharapkan mendorong santri berperan aktif dalam pembangunan daerah sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya
Acara tersebut dibuka Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri pula dai kondang Gus Iqdam dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, yang diramaikan oleh warga Jawa Timur.















