Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Hari Maritim, Akademisi Ingatkan Kepentingan Negara Sedang Terancam

2021/09/23
in Nasional
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (23/9). Memperingati Hari Maritim, DPP LDII mengajak seluruh elemen bangsa menyadari pentingnya laut dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. pasalnya, bangkitnya ekonomi dan ekspansif militer China, memicu kekhawatiran Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Sebagai imperialis tradisional yang pernah menguasai Asia Pasifik, mereka mengkhawatirkan pengaruh ekonomi dan politik mereka di Asia terganggu.

“Asia Tenggara dan Indonesia menjadi hotspot bila pertikaian memuncak. Ketergantungan Indonesia terhadap China dan Barat, mengakibatkan bangsa ini terjebak dalam pusaran konflik perebutan pengaruh di Laut China Selatan,” ujar Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono, yang juga Ketua DPP LDII.

Lalu lalang barang dan jasa yang melintasi Laut China Selatan yang kerap dikawal oleh militer dari berbagai negara, memicu ketegangan-ketegangan. Di lain pihak, Amerika Serikat dan sekutunya menganggap perairan tersebut sebagai wilayah internasional, sementara China mengklaim wilayah LCS sebagai perairannya.

Ketegangan dengan China tersebut, melecut terbentuknya aliansi pertahanan Amerika Serikat, Australia, dan Inggris (AUKUS). Salah satu poin aliansi itu, Inggris dan Amerika Serikat membantu Australia untuk membangun kapal selam nuklir. Hal tersebut bisa memicu peningkatan persaingan senjata nuklir di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Singgih, Indonesia bisa dipastikan terseret dalam ketegangan mengingat investasi negara-negara itu sangat besar di Indonesia, “Pemerintah Indonesia harus melakukan upaya terobosan ‘silent diplomacy’ atau diplomasi senyap baik dengan pihak AS maupun China,” papar Singgih yang memfokuskan penelitiannya terhadap sejarah maritim.

Menurutnya, pemerintah harus punya kemampuan membaca situasi dengan cerdas, “Apakah akan berdiri di tengah-tengah ataukah harus memihak salah satu di antara dua pihak itu. Salah dalam menilai akan menyebabkan Indonesia menjadi bulan-bulanan dalam konflik internasional,” timpalnya.

Belajar dari sejarah Indonesia modern, pada pertengahan abad ke-20, Indonesia mampu menjadi ‘pemain’, “Maka jika sekarang tak mampu menyiasati situasi ini, Indonesia akan menjadi pihak yang ‘dipermainkan’,” ulas Singgih.

Sebagai pertimbangan, meskipun negara-negara di Asia mulai bergantung dengan investasi China, secara tradisional Barat masih memiliki hegemoni yang kuat. Indonesia bahkan terkurung oleh berbagai kekuatan Barat yang secara tradisional menguasai Australia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam. Pemerintah juga harus melihat, aspirasi masyarakat Indonesia yang masih memandang negatif China sebagai negara komunis. Pendek kata, menurut Singgih, pemerintah harus berhati-hati.

Ia menilai, kedekatan dengan China, berpotensi kedaulatan Indonesia di sisi timur terganggu. Papua akan terus bergolak bahkan lepas, bila Indonesia terlalu terang-benderang bila berpihak ke China. Australia sangat mungkin mengintervensi masalah Papua, sebagaimana mereka bermain dalam referendum Timor Timur.

Singgih menegaskan, pendirian AUKUS tanpa berdialog dengan Indonesia menunjukkan pemerintah diabaikan, “Indonesia dianggap lamban oleh Barat dalam merespon situasi bahaya di depan matanya. Juga mungkin Barat memandang Indonesia pada posisi abu-abu terkait dengan kedekatannya dengan China. Hal ini menyebabkan Indonesia tidak mendapatkan keuntungan dalam konflik LCS,” ujarnya.

Lebih Memperhatikan Kepentingan Nasional

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, investasi dari negara lain sangat penting. Dengan investasi tersebut, bisa mempercepat pembangunan di berbagai pelosok Indonesia, “Namun harus diperhatikan kepentingan nasional harus diutamakan, jangan sampai investasi malah justru merugikan kedaulatan bangsa Indonesia,” ujar Chriswanto Santoso.

Membanjirnya investasi dan warga asing di Indonesia, menurut Chriswanto bisa berpotensi negatif apabila dijadikan arsitektur untuk menciptakan ketergantungan Indonesia terhadap negara lain, “Ini bukan sifat ultranasionalisme atau chauvinisme, namun harus ada analisis dalam menyikapi investasi. Bangsa Indonesia tidak alergi invetasi asing, namun harus makin mandiri dan mengurangi ketergantungan yang menyebabkan bangsa ini sulit maju,” paparnya.

Kemandirian bangsa, menurut Chriswanto Santoso adalah cita-cita para pendiri bangsa. Dengan kemandirian di bidang politik dan ekonomi, Indonesia bisa menjadi negara yang mampu menyejahterakan rakyatnya. Dan memiliki daya tawar tinggi dalam percaturan politik global, terutama dalam masalah Laut China Selatan. [kim/*]

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Angka DH on LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA
  • Mulyadi Safwan on MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter
  • Angka DH on LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X
  • Angka DH on DPP LDII: Hari Anak Nasional Jadi Penanda Pentingnya Keteladanan Orang Dewasa
  • Angka DH on LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kepolisian Ajak Warga LDII Magetan Cegah Paham IRET dengan Moderasi Beragama

Kepolisian Ajak Warga LDII Magetan Cegah Paham IRET dengan Moderasi Beragama

July 18, 2026
Silaturahim dengan PB DDI, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Inklusivitas dan Kontribusi Kebangsaan

Silaturahim dengan PB DDI, LDII Tegaskan Komitmen Perkuat Inklusivitas dan Kontribusi Kebangsaan

July 18, 2026
Pemuda LDII Kediri Tak Ingin Bahasa Krama Luntur di Kalangan Generasi Muda

Pemuda LDII Kediri Tak Ingin Bahasa Krama Luntur di Kalangan Generasi Muda

July 19, 2026
DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

July 23, 2026
Malas Nanti

Malas Nanti

3
LDII Bali dan BSI Denpasar Kerja Sama untuk Kemandirian Ekonomi Umat

LDII Bali dan BSI Denpasar Kerja Sama untuk Kemandirian Ekonomi Umat

3
LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

2
MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

2
LDII Surabaya Ajak Orang Tua Melek Gizi dan Food Parenting

LDII Surabaya Ajak Orang Tua Melek Gizi dan Food Parenting

July 24, 2026
LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

July 24, 2026
DPP LDII: Hari Anak Nasional Jadi Penanda Pentingnya Keteladanan Orang Dewasa

DPP LDII: Hari Anak Nasional Jadi Penanda Pentingnya Keteladanan Orang Dewasa

July 24, 2026
Hasil Muswil VI LDII Babel: Fokus Cetak SDM Profesional Religius

Hasil Muswil VI LDII Babel: Fokus Cetak SDM Profesional Religius

July 24, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Surabaya Ajak Orang Tua Melek Gizi dan Food Parenting July 24, 2026
  • LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan July 24, 2026
  • DPP LDII: Hari Anak Nasional Jadi Penanda Pentingnya Keteladanan Orang Dewasa July 24, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.