Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Seri Keluarga Bahagia 21

2011/05/06
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Sungguh terharu. Mengikuti kata per kata untaian pelajaran hadits waktu itu begitu menyentuh kalbu. Dalam temarang pemahaman yang panjang, terbayang derajat seorang anak manusia yang runtuh seketika, demi tahu bahwa kemuliaan bukan lagi atas dasar taqwa. Tetapi lebih karena faktor suka dan tidak suka semata. Makanya Allah sendiri yang turun tangan membenahi permasalahan itu. Memberikan nasehat, memberikan hukum. Yang karenanya menjadi pembelajaran umat bagaimana memperlakukan pasangan hidup dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan baik. Dialah Khaulah binti Tsa’labah istri Aus bin Shomit. Laporannya membuat Nabi Muhammad SAW mati kutu. Diam seribu bahasa. Sedangkan Aisyah yang mendengarkan, dibuat termangu meratapi nasib kaumnya. Di dalam Kitabu Thalaq, bab sumpah dhihar, Imam an-Nasa’i bercerita secara lugas, meriwayatkan sebuah hadits shahih dari Urwah bin Zubair, dia berkata, Aisyah berkata; “Maha Barokah Dzat yang memuat PendengaranNya pada tiap – tiap sesuatu. Sesungguhnya aku niscaya mendengar ucapan Khaulah binti Tsa’labah, akan tetapi terkadang samar atasku sebagian perkataannya, sedangkan dia melaporkan suaminya (yaitu Aus bin Shomit) kepada Rasulullah SAW. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, suamiku telah mengambil masa mudaku dan aku memperbanyak baginya anak dari perutku sampai akhirnya sekarang aku menjadi tua dan tidak bisa beranak kembali, tetapi kemudian suamiku sumpah dhihar kepadaku. Ya Allah, sesungguhnya aku lapor kepadaMu.” Maka tidak henti – henti Khaulah melaporkan permasalahannya sehingga Jibril turun dengan membawa ayat berikut; “ Niscaya sungguh Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan pengaduan kepadamu tentang suaminya, dan melaporkan permasalahannya kepada Allah. Dan Allah mendengar pertengkaran/perdebatan antara keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (al Mujadalah:1)

Inilah momentum penting dalam perjalanan sejarah umat manusia, yang mengakui eksistensi wanita sebagai penggembala rumah tangga. Bagaimana martabat seorang wanita dimuliakan dalam sebuah biduk rumah tangga sebab peran pentingnya. Bagaimana  hubungan ditegakkan dan atas dasar apa roda rumah tangga itu dijalankan. Gambaran umumnya tercermin dalam dalil di atas. Sungguh sangat menarik. Bagaimana bisa kepasrahan seorang wanita yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada seorang suami sampai habis masa mudanya, melahirkan banyak anak untuknya, mengabdi sepenuh hati, dan berjuang dengan totalitasnya lahir dan batin menjaga rumah tangganya, kemudian pada akhirnya mendapatkan perlakuan demikian di hari tuanya. Tidaklah bijak bagi suami berlaku semena-mena atas ketulusan dan ketaatan sang istri, apalagi karena alasan usia dan tidak menarik lagi di bola mata. Sudah uzur. Menyedihkan sekali jika hubungan semacam ini masih terjadi di kalangan umat ini. Ukurannya bukan mampu dan tidak. Standarnya bukan merasa bosan dan senang saja. Tetapi ketulusan, totalitas dan keikhlasan dalam menjalankan peran masing-masing dalam koridor pilihan dan kesempurnaan atas agama.

Kalau dalam riwayat lain diceritakan, apabila istri tidak hormat dan tidak mengagungkan suami, maka bidadari di surga menegur sang istri dan melaknatinya, maka dalam kasus ini terjadi sebaliknya. Yaitu teguran bagi sang suami yang harus bisa mengendalikan diri, tidak berbuat sesuka hati dan menyakiti kaum hawa, ketika mereka telah berbuat sepenuh hati dalam ketaatan sak pol kemampuannya. Jangan melihat kifaratnya dengan puasa dua bulan berturut-turut atau cuma – cuma memberi makan 60 orang miskin. Itu kecil. Itu mah gampang. Namun alangkah baiknya jika bisa memberi makna lebih dalam lagi dibalik konstektualnya. Yaitu menghargai dan mensyukuri peran-peran orang – orang di sekitar kita, tanpa berniat sedikitpun untuk mencampakkannya atau mencari-cari alasan saja. Apalagi jika semua amal dan tindakan itu dibalut dengan niat yang tulus, murni karena Allah. Kecantikannya akan terus nampak walau dimakan lapuk usia. Kebahagiannya terus terpancar Laksana matahari walau banyak yang menghalangi. Dan kekuatannya semakin mengakar karena berpegang dengan tamparnya Allah. Dan cintanya semakin besar menghiasi seluruh kisi – kisi hidup ini.

Jadikanlah Khaulah binti Tsa’labah sebagai perkeling jika timbul benih – benih kesemena-menaan diri kita kepada para istri. Bagaimana tidak, Umar bin Khathab pun meneladani dengan penuh pengagungan terhadap sosok ini. Ketika itu seperti biasa, Umar bin Khathab berjalan mengelilingi Kota Madinah. Dia ditemani salah seorang sahabatnya, yaitu Ma’la bin Al Jarud. Mereka berpapasan dengan seorang perempuan tua.

”Wahai Umar,” ujar wanita itu, ”Dahulu kami mengenalmu di pasar ‘Ukadz’ sebagai Umair (Umar kecil), lalu menjadi Umar (pemuda yang perkasa) dan kemudian menjadi Amirul Mukminin. Perhatikanlah keadaan manusia di sekelilingmu. Barang siapa takut kepada Allah, perjalanan hidup yang jauh akan terasa dekat olehnya dan orang yang takut pada kematian ia akan khawatir bila hidupnya berakhir sia-sia.”

Umar bin Khathab sosok sahabat yang masyhur dengan kegagahan dan keberaniannya itu mendadak menangis. Air matanya berurai, seolah ia dihadapkan pada sebuah peristiwa memilukan. Ibnu al Jarud terkejut. Belum pernah ia melihat Umar takluk pada seseorang, seberingas apa pun dia. Kali ini ia tunduk mendengar perkataan seorang wanita renta.
Ibnu Al Jarud meminta wanita tua itu berhenti berbicara keras pada Amirul Mukminin. Tapi, Umar menyergahnya, ”Tahukah engkau siapa dia? Dia adalah Khaulah binti Tsa’labah, perempuan yang didengar pengaduannya oleh Allah SWT. Demi Allah jika ia berdiri hingga malam, akan aku dengarkan perkataannya kecuali waktu shalat.”

Isteri –isteri kita memang bukan Khaulah, tetapi jangan perlakukan mereka seperti apa yang menimpa kepadanya.

Oleh: Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026
LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026
  • Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.