Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Alasan Indonesia Bertahan dari Perpecahan Menurut Romo Franz Magnis Suseno

2022/08/25
in Headlines, Nasional
1
Guru Besar STF Driyarkara Romo Franz Magnis Suseno menjadi salah satu pembicara di Webinar Kebangsaan DPP LDII. Foto: LINES.

Guru Besar STF Driyarkara Romo Franz Magnis Suseno menjadi salah satu pembicara di Webinar Kebangsaan DPP LDII. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (25/8). Indonesia di tengah terpaan berbagai ujian dan permasalahan, tetap mampu bertahan dan bangkit meneguhkan persatuan dan kesatuan. “Selama 60 tahun di Indonesia, tidak pernah saya diperlakukan dengan tidak baik oleh siapapun. Bahkan hubungan antar umat beragama sangat baik,” ujar Guru Besar STF Driyarkara Romo Franz Magnis Suseno.

Hal tersebut ia katakan pada “Webinar Nasional Wawasan Kebangsaan DPP LDII”, secara hybrid kerja sama LDII dengan Majalah Nuansa Persada, dihadiri pengurus DPW dan DPD serta pondok pesantren dan sekolah naungan LDII se-Indonesia, pada Rabu (24/8). Franz menyampaikan materi “Membangun Kerukunan Umat Beragama Berbasis Etika”.

Ia menceritakan pengalamannya melewati kejadian besar di Indonesia, yang bisa saja membuat negara ini terpecah belah, seperti reformasi tahun 1998.

Menurutnya, pada saat itu, banyak orang memprediksi bahwa Indonesia akan berakhir seperti Uni Soviet, akibat berbagai macam masalah dan konflik. Tapi ternyata takdir baik masih berpihak pada NKRI, Indonesia bisa keluar dari masa-masa kelam itu dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila.

Franz mengamati, ada dua hal yang menjadi latar belakang mengapa Indonesia dapat sedemikian kokoh menghadapi peristiwa tersebut. “Pertama, tekad para tokoh kemerdekaan Indonesia, founding fathers dan founding mothers yang tertuang pada Pancasila,” ujarnya.

Pancasila menghasilkan sesuatu yang tidak dimiliki negara lain. Misalnya di Myanmar, Sri Lanka, mayoritas negara Afrika, dimana, pada negara-negara tersebut mengalami perpecahan yang akhirnya mengarah pada keruntuhan persatuan bangsanya sebab mereka menyerahkan identitas bangsa masyarakat mayoritas.

Di Indonesia, dengan mayoritas muslim sebesar 80 persen, nilai-nilai Islam tidak ditetapkan secara menyeluruh sebagai identitas bangsa. Namun dengan dasar toleransi dan kerukunan, bangsa Indonesia memiliki identitas yang dapat menaungi semua agama dan kepercayaan.

Poin kedua, kesediaan umat mayoritas di Indonesia untuk tidak menuntut kedudukan istimewa dalam UUD. Dengan kata lain, umat Islam bersedia tidak menuntut kedudukan dalam negara. Poin ini pulalah yang membuat Franz kagum dengan keluasan hati umat Islam untuk tidak menuntut negara menjadi negara Islam.

“Karena Indonesia, meski Islam agama dengan pengikut paling banyak, ada juga agama-agama lain yang musti dilindungi dan diberi ruang,” jelasnya.

Disamping dua poin yang menjadikan Indonesia kuat, Franz mengatakan ada dua tantangan yang juga mengiringi, yaitu intoleransi dan radikalisme. Seperti yang diketahui bersama, sikap intoleran merupakan sikap yang buruk. Sikap tersebut mendorong seseorang untuk menaruh curiga dan berpikiran negatif kepada orang lain.

“Sikap intoleran ini rawan terjadi antar umat beragama, biasanya ditandai dengan kecenderungan merasa lebih baik dari umat agama lain,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengingatkan dalam bermasyarakat, sudah tentu minoritas harus menghormati mayoritas, dan harus menanamkan rasa tahu diri dan tenggang rasa.

Untuk itu, menurut Franz, seluruh umat beragama di Indonesia harus mememiliki modal rohani yang dijalankan dalam tiga dimensi, yakni dimensi budaya, dimensi politik, dan dimensi agama.

Dalam dimensi budaya, seluruh bangsa Indonesia harus memahami bahwa Indonesia ini kaya akan keberagaman. Setiap orang di Indonesia harus terbiasa hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda suku, bahasa, budaya, dan agama tanpa harus memerangi apalagi dengan kekerasan.

“Hanya orang tidak beradab yang menggunakan kekerasan dalam masyarakat, dimana agama, suku, dan budaya apapun tidak ada yang mengajarkan menggunakan kekerasan,” tegasnya.

Yang kedua dalam dimensi politik. Franz memercayai modal rohani dalam dimensi politik bisa dilakukan dengan berlandaskan Pancasila. Pancasila merupakan produk dari para pejuang terdahulu yang berhasil memecahkan masalah identitas bangsa.

“Dengan memiliki identitas seperti Pancasila, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia,” ujarnya.

Pada akhirnya, karena Indonesia merupakan negara dengan berbagai pemeluk agama, orang Indonesia harus memiliki modal rohani dalam dimensi agama. Meskipun dimensi ini disebutkan paling terakhir, tapi dimensi agama merupakan yang paling penting.

“Dalam dimensi agama kita diajarkan untuk memperhatikan bahwa Tuhan tidak mengizinkan kita untuk menghakimi keagaamaan umat lain. Sebab Tuhan memiliki kacamata tersendiri dalam menilai umatnya,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, Franz sangat menyetujui istilah moderasi beragama. Istilah ini bukan diartikan sebagai semacam penyesuaian agama dengan zaman, tapi lebih mengarah pada hakikat keagamaan. Keagamaan tidak menggantikan kebudayaaan dan kesosialan, termasuk ekologi dan politiknya.

Franz menyarankan semua tokoh agama dan guru agama, untuk menjunjung tinggi keterbukaan. Jangan membiarkan kegiatan berlatar agama, melanggar hukum atau melanggar undang-undang atas dasar perasaan agamis.

Sebagai penutup, Franz meyakini, melalui Pancasila, masalah apapun yang bangsa Indonesia hadapi, baik dalam lingkup nasional maupun internasional, Indonesia bisa bertahan. (AG/Lines)

Tags: Indonesialdiimoderasi beragamaToleransi

Comments 1

  1. Djoko Prajitno says:
    4 years ago

    Bagus untuk wawasan kebangsaan DLM meUMBUHKAN Persatuan dan kesatuan NKRI

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Jahroni roni on Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM
  • Jahroni roni on Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok
  • Mohamad Fauzi on Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM
  • AngkaDH on Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok
  • Priyo Hadi sambodo on LDII Jateng Jadikan Sorgum Pangan Alternatif dan Penggerak Ekonomi
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

August 24, 2026
Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

August 24, 2026
Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

August 24, 2026
LDII Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Dukung Program Bangga Kencana

LDII Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Dukung Program Bangga Kencana

August 24, 2026
Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok

3
DPP LDII Ajak Gen Z Berpikir Kritis Sambut Era New Media dalam Pelatihan Jurnalistik Batch 7

DPP LDII Ajak Gen Z Berpikir Kritis Sambut Era New Media dalam Pelatihan Jurnalistik Batch 7

3
Perkuat Sinergi Program Kerja, LDII Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lampung Utara

Perkuat Sinergi Program Kerja, LDII Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lampung Utara

3
LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

3
Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB

Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB

August 26, 2026
LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut

LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut

August 25, 2026
Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

August 25, 2026
LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

August 24, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB August 26, 2026
  • LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut August 25, 2026
  • Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM August 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.