Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Dari Sangurejo Wujudkan Amanah Jaga Lingkungan Melalui ProKlim

2026/01/07
in Opini
2
Agus Kurniawan, salah satu LISDAL’s Local Heroes dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto: LINES

Agus Kurniawan, salah satu LISDAL’s Local Heroes dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Sudarsono

“Sangurejo bukan sekadar lokasi Program Kampung Iklim, melainkan ruang pembelajaran hidup tentang bagaimana ketekunan warga, kearifan lokal, dan kerja kolektif mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Dari Sangurejo, saya merasakan bahwa adaptasi perubahan iklim bukan konsep abstrak, tetapi denyut nyata perjuangan masyarakat menjaga masa depan bersama.”

Perkenalkan, Agus Kurniawan, salah satu LISDAL’s Local Heroes dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Agus Kurniawan aktif berkontribusi di LDII dengan peran strategis di berbagai tingkatan, seperti Wakil Ketua Bidang LISDAL, DPW LDII DIY, Bendahara DPD LDII Kabupaten Sleman, dan sekaligus Sekretaris PC LDII Kepanewon Turi.

Agus Kurniawan kami tampilkan sebagai salah satu LISDAL’s Local Heroes, karena kiprah dan kontribusi nyata di berbagai aspek pengelolaan pangan dan lingkungan, karena keyakinannya bahwa peran organisasi yang diemban dapat menjadi ruang aktualisasi nilai kepemimpinan, tata kelola, dan pengabdian sosial berbasis lingkungan.

Sehari-hari, Agus Kurniawan adalah peneliti ahli madya bidang ekologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak tahun 2022. Saat ini dia bekerja sebagai peneliti dan pendamping masyarakat di bidang lingkungan hidup, dengan fokus pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas, khususnya melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Dia berpengalaman lebih dari dua dekade dalam riset, pendampingan lapangan, serta penguatan kelembagaan lokal untuk mendukung target NDC Indonesia dan pembangunan berkelanjutan. Sebelum bergabung dengan BRIN, dia adalah peneliti bidang perlindungan hutan, Badan Litbang LHK pada periode 2003 – 2022. Agus Kurniawan bertugas di KST Baiquni, BRIN Babarsari, Yogyakarta.

Terkait dengan pengabdian di bidang lingkungan, Agus Kurniawan adalah Pembina ProKlim Utama Padukuhan Sangurejo sejak tahap perintisan (tahun 2022), hingga akhirnya berhasil meraih Tropi ProKlim Utama tingkat Nasional di tahun 2024. Saat ini, dia tetap mendampingi Proklim Sangurejo yang sedang berproses menuju ProKlim Lestari, insyaAlloh diharapkan bisa terealisasi di tahun 2026 atau 2027.

Prestasi dan Penghargaan

Agus Kurniawan yang memperoleh pengakuan sebagai Pembina ProKlim Kabupaten Sleman berdasarkan SK Bupati Sleman No. 2.7/Kep.KDH/A/2025, juga telah berperan sentral sebagai pendamping dan arsitek keberhasilan dari:

  1. Padukuhan Kembang, Kabupaten Kulon Progo hingga meraih predikat ProKLim Utama di tahun 2025.
  2. Padukuhan Gondangan dan Padukuhan Kuwang, yang berhasil meraih Tropi ProKLim Utama di tahun 2025.
  3. Berbagai padukuhan, termasuk Ngangring, Sedogan, Banjeng, Dayakan, Kranggan II, dan Parakan Kulon, yang baru meraih status ProKLim Madya

Selain berperan sebagai mentor dan narasumber ProKLim di wilayah DIY, Agus Kurniawan juga merupakan satu-satunya peneliti BRIN di DIY yang secara konsisten menginisiasi dan mendampingi ProKlim berbasis riset dan aksi lapangan. Dia pernah berperan sebagai kontributor dalam International Conference on Religious Environment in Action (REACT), UIII (2025), serta sebagai inisiator dan pendamping kegiatan Aksi Bersih Lingkungan ProKLim Sangurejo yang didanai oleh BPDLH dan Kementerian Kehutanan (2025).

Karya dan Kontribusi

Agus Kurniawan telah mendampingi 10 lokasi ProKLim di DIY hingga meraih predikat Proklim Madya dan Utama. Dari 10 lokasi yang didampingi, tiga lokasi berhasil memperoleh Tropi ProKLim Utama tingkat nasional.

Dia juga merupakan penyusun dokumen penerapan teknologi BRIN, yang berjudul “Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca melalui Pemanfaatan Teknologi dalam Program Kampung Iklim: Relevansi terhadap Komitmen NDC Indonesia.”

Kisah Inspiratif Proklim Sangurejo

Berceritera tentang ProKlim Sangurejo selalu memberi semangat positif bagi Agus Kurniawan. Dia bertutur bahwa ProKlim Sangurejo berawal dari sebuah padukuhan yang berada di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum tahun 2016, padukuhan ini dikenal sebagai wilayah dengan predikat PAKUMIS — padat, kumuh, dan miskin.

Seiring waktu, Sangurejo mulai bertransformasi, terutama dengan adanya pembangunan Embung Kaliaji oleh Kementerian PUPR, yang kemudian diikuti dengan pengembangan desa wisata, Kampung Pramuka, hingga berkembang menjadi destinasi wisata dan eko-eduwisata yang saat ini dikenal sebagai ProKlim Utama Sangurejo.

Setelah memperoleh predikat ProKlim Utama, Sangurejo banyak menerima kunjungan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri, kunjungan antara lain berasal dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka, serta delegasi dari Jambi, Kalimantan, dan Banyuwangi. Selain itu, Sangurejo juga menjadi lokasi studi tiru atau studi banding bagi calon-calon Kampung Iklim, baik dari wilayah di dalam maupun dari luar Kabupaten Sleman.

Kunjungan dari luar negeri pun telah terjadi, antara lain dari dosen dan mahasiswa program magister Fakultas Kedokteran, Universitas Putra Malaysia. Dari kunjungan ini, Sangurejo mendapatkan apresiasi tinggi terkait pelestarian lingkungan dari perspektif kesehatan. Ada satu spot lokasi di Sangurejo yang berfungsi sebagai healing spot, yang dapat digunakan untuk penyembuhan non-medis. Spot lokasi tersebut berada di area yang teduh, dikelilingi pepohonan rindang dan rumpun bambu petung, serta dialiri sungai dengan air jernih dan suara gemericik yang menenangkan. Suasana alami ini, ditambah dengan suara burung dan fauna lainnya, memberikan ketenangan psikologis. Titik ini kemudian ditetapkan sebagai salah satu inovasi Sangurejo yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

Kunjungan dari luar negeri lain datang dari Asian Youth Academy atau Akademi Pemuda Asia. Mereka tertarik dengan Sangurejo karena kondisi lingkungannya yang masih terjaga dan sistem pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sebelumnya pernah dipresentasikan tentang Sangurejo melalui seorang mediator, ternyata mereka tertarik dan ditindaklanjuti dengan pengiriman tujuh peserta dari Thailand, Filipina, Malaysia, Korea Selatan, dan delegasi dari Indonesia. Peserta dari Asian Youth Academy tersebut tinggal selama tiga hari dua malam di Sangurejo untuk melakukan kegiatan live-in, guna melihat langsung bagaimana keseharian masyarakat mengelola lingkungan hidup.

Selain itu, peserta dari Asian Youth Academy dilibatkan dalam berbagai atraksi dan praktik lokal, seperti jemparingan, kegiatan menanam jahe di kebun Kelompok Wanita Tani, budidaya maggot, serta pengelolaan Rumah Pangan Mandiri. Rumah Pangan Mandiri ini merupakan contoh satu keluarga yang memanfaatkan pekarangan sempit (sekitar 50 meter persegi) di belakang rumah, namun tertata dengan berbagai tanaman penghasil karbohidrat, sayuran, dan buah. Dengan sistem ini, kebutuhan pangan harian keluarga dapat dipenuhi tanpa harus berbelanja, karena di pekarangannya telah tersedia sorgum, tomat, cabai, sayuran, empon-empon, dan tanaman kebutuhan sehari-hari lainnya.

Upaya pemanfaatan pekarangan berawal dari kondisi lahan yang sebelumnya tandus dan tidak termanfaatkan. Salah satu warga Sangurejo, Bapak Tujimin, berinovasi dengan mengolah tanah menggunakan pupuk organik cair hasil racikan sendiri. Upaya ini berhasil mengubah lahan tandus menjadi lahan yang sangat subur.

Dalam perjalanannya, Sangurejo juga sempat dikunjungi delegasi dari Ethiopia sebagai bagian dari proyek Tropenbos. Praktek pembuatan ekoprint sempat ditampilkan dan mendapat respons antusias dari peserta.

Budaya gotong royong yang kuat, yang dimotori oleh tokoh masyarakat serta kekompakan ibu-ibu, menjadi fondasi utama keberhasilan Sangurejo. Setiap pengunjung yang datang ke Sangurejo akan disambut oleh lingkungan yang bersih, udara sejuk, dan pepohonan yang rindang. Nilai-nilai ini telah menjadi budaya, sehingga Sangurejo diyakini akan terus berkembang sebagai destinasi eko-eduwisata yang berkelanjutan di masa depan.

Seluruh rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sebuah kampung kecil mampu bertransformasi dari kawasan padat, kumuh, dan miskin menjadi rujukan pengelolaan lingkungan hidup, baik dari sisi estetika, budaya, pengelolaan sampah, penanaman pohon, perlindungan sumber mata air, hingga optimalisasi lahan pemukiman sebagai sumber pangan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan.

Itulah rangkaian kisah inspiratif, keluar dari semangat pengabdian yang tulus dari seorang Agus Kurniawan, peneliti ahli madya bidang ekologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang telah mendedikasikan jalan hidupnya sebagai peneliti dan pendamping masyarakat di bidang lingkungan hidup dengan fokus pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas, khususnya melalui Program Kampung Iklim (ProKlim).

Asa dan Harapan

Di pengujung 2025 dan awal 2026, Agus Kurniawan masih mempunyai secercah harapan yang ingin diwujudkan, “Saya ingin mengantarkan Padukuhan Sangurejo meraih predikat ProKLim Lestari, yang akan menjadi Proklim Lestari pertama di DIY.” Selain itu, dia ingin terus mendampingi wilayah potensial, “Seperti beberapa lokasi di Gunungkidul (Plosokereb dan Gelaran) dan di Sleman (Padukuhan Domban dan Padukuhan Berjo) menuju ProKLim berprestasi, menjadi harapan yang akan saya wujudkan dalam beberapa tahun ke depan,” harapnya.

Aktivitas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Apa yang telah dan akan dilakukan Agus Kurniawan di Sleman, DIY selain berdampak lokal, juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di tingkat global. Karya dan kontribusi Agus Kurniawan jelas berhubungan erat dengan SDG 13 (Climate Action – Penanganan Perubahan Iklim) karena dengan dakwah ekologis yang dia lakukan akan membantu memitigasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (ProKlim).

Dakwah ekologis yang Agus Kurniawan lakukan sebagai pembina Proklim di berbagai daerah di DIY untuk menularkan kesadaran menjaga lingkungan juga erat hubungannya dengan SDG 15 (Life on Land – Menjaga Ekosistem Darat).

Dan yang tak kalah penting, program ProKlim yang dia promosikan melalui dakwah ekologisnya berkaitan erat dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), karena mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam mengurangi beban lingkungan dari sampah.

Dengan demikian, shodaqoh ekologis dan dakwah ekologis melalui ProKlim yang Agus Kurniawan lakukan bukan hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen global untuk pembangunan berkelanjutan. Inilah salah satu sosok LISDAL’s Local Heroes lain yang perlu kita perkenalkan dan apresiasi.

Menutup pertemuan LISDAL’s Local Heroes kali ini, Agus Kurniawan kembali membisikkan tagline pribadinya “Agus ProKLim – Menyatukan Riset, Aksi, dan Masyarakat untuk Iklim Berkelanjutan.”

Sukses selalu untuk Agus Kurniawan – salah seorang LISDAL’s Local Heroes dari Sleman, DIY. Semoga shodaqoh ekologis dan dakwah ekologis yang dilakukan melalui pendampingan ProKlim membawa lingkungan Sleman, DIY yang semakin lestari dan berkelanjutan.

*) Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.Sc adalah Koordinator Bidang (Korbid), Penelitian dan Pengembangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL), Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII)

Tags: Jaga LingkunganLISDAL’s Local HeroesProklimSangurejoSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 13: Perubahan IklimSDG 15: Menjaga Ekosistem Darat

Comments 2

  1. Nanang Naswito says:
    8 months ago

    Luar biasa
    Bisa ditiru tempat² lain

    Reply
  2. Angka DH says:
    8 months ago

    Alhamdulillah, semoga sukses manfaat dan barokah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Mohamad Fauzi on Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM
  • AngkaDH on Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok
  • Priyo Hadi sambodo on LDII Jateng Jadikan Sorgum Pangan Alternatif dan Penggerak Ekonomi
  • Maman suparman on Warga LDII Periuk Jaya Gelar Lomba Agustusan di Sawangan Depok
  • Akbar on DPP LDII Ajak Gen Z Berpikir Kritis Sambut Era New Media dalam Pelatihan Jurnalistik Batch 7
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

LDII Hadiri Upacara HUT RI yang Dihelat Pemkab Sumedang

August 24, 2026
Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

Warga LDII Tabanan Ramaikan HUT RI dengan Pengibaran Bendera Bawah Laut dan Jalan Sehat

August 24, 2026
2.300 Peserta Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI yang Dihelat LDII Limo

2.300 Peserta Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI yang Dihelat LDII Limo

August 23, 2026
LDII Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Dukung Program Bangga Kencana

LDII Bandung Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Dukung Program Bangga Kencana

August 24, 2026
DPP LDII Ajak Gen Z Berpikir Kritis Sambut Era New Media dalam Pelatihan Jurnalistik Batch 7

DPP LDII Ajak Gen Z Berpikir Kritis Sambut Era New Media dalam Pelatihan Jurnalistik Batch 7

3
Perkuat Sinergi Program Kerja, LDII Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lampung Utara

Perkuat Sinergi Program Kerja, LDII Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lampung Utara

3
LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

LDII Lamasi Kolaborasi dengan Pemerintah Bersihkan Fasilitas Publik

3
LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

2
Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB

Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB

August 26, 2026
LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut

LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut

August 25, 2026
Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM

August 25, 2026
LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

LDII NTB Helat Media Gathering Jelang Muswil VIII, Paparkan Program Prioritas ke Awak Media

August 24, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Muswil VIII Putuskan M. Ramadhani Nakhodai LDII NTB August 26, 2026
  • LDII Gunungkidul Sambut Pergantian Kajari, Dorong Sinergi Berlanjut August 25, 2026
  • Pemprov NTB: Muswil VIII LDII Perkuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah di Bidang SDM August 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.