Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Debu dalam Nafas Kita

2025/10/28
in Nasehat
2
Ilustrasi: LINES.

Ilustrasi: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

— Sebuah Renungan tentang Microplastik —

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan

Di antara segala keajaiban yang diciptakan manusia, plastik mungkin salah satu penemuan paling paradoksal. Ia ringan, lentur, dan serba guna — lambang kemajuan dan kemudahan hidup modern. Namun, di balik kenyamanan yang ia bawa, terselip benih kehancuran yang halus, nyaris tak terlihat dalam perjalanannya. Ia kini ada di mana-mana: di lautan, di tanah, di udara, bahkan di dalam darah kita sendiri. Itulah microplastik — serpihan kecil dari peradaban yang kehilangan kendali atas inovasi ciptaannya.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A‘raf: 56)

Microplastik adalah potongan plastik berukuran sangat kecil, umumnya berdiameter kurang dari 5 milimeter, yang kini telah mencemari hampir seluruh ekosistem di bumi — mulai dari lautan, sungai, tanah, udara, hingga tubuh manusia. Walau ukurannya kecil dan tampak sepele, dampaknya besar terhadap lingkungan dan kesehatan.

Jejak Kecil dari Kebiasaan Besar
Microplastik tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari kebiasaan yang pelan-pelan berubah menjadi budaya: budaya sekali pakai, budaya nyaman tanpa tanggung jawab. Setiap pakaian sintetis yang kita cuci, setiap botol plastik yang kita buang, setiap jalanan yang dilalui ban kendaraan — semuanya meninggalkan jejak halus di bumi. Jejak yang tidak terhapus bahkan oleh waktu.

Plastik tidak pernah mati; ia hanya pecah menjadi serpihan lebih kecil, menembus air yang kita minum dan udara yang kita hirup. Ia seolah berkata: _“Aku bagian dari kalian sekarang.”_Dan memang benar, di tubuh manusia kini ditemukan partikel microplastik — tanda betapa tipisnya batas antara pencipta dan inovasinya.

Rumi pernah menulis:
“Apa pun yang kau tabur di tanah kehidupan, akan tumbuh kembali ke dalam dirimu.”

Kini, kita menanam plastik, dan plastik pun tumbuh di dalam tubuh kita — sebuah panen sunyi dari ketidaksadaran massal.

Senyapnya Bahaya yang Mengintai
Pencemaran masa kini tak lagi berupa asap tebal atau tumpukan sampah busuk. Ia hadir dalam bentuk yang tak kasat mata — partikel halus yang melayang di udara, mengendap di laut, dan menyelinap ke dalam sel tubuh manusia. Kita meneguknya dari air kemasan, menghirupnya di udara kota, menelannya bersama makanan laut yang kita santap dengan tenang.

Thomas Berry, seorang teolog ekologis, pernah menulis dengan getir:
“Krisis lingkungan bukan sekadar krisis ekologis, tetapi krisis spiritual. Kita telah kehilangan rasa hormat kepada bumi sebagai persekutuan hidup.”

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ ۝ أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

“Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan neraca (keseimbangan). Supaya kamu jangan melampaui batas terhadap keseimbangan itu.” (QS. Ar-Rahman [55]: 7–8)

Barangkali benar. Karena yang kita hadapi bukan semata krisis sampah, tetapi krisis kesadaran — lupa bahwa bumi bukan objek, melainkan rumah tempat kita bersama.

Luka yang Tidak Terlihat
Bahaya microplastik mungkin bisa diukur secara ilmiah: gangguan hormon, peradangan, atau kanker. Tapi luka yang lebih dalam tidak terukur: hilangnya kepekaan batin manusia terhadap kesucian alam. Setiap kali sungai tercemar, gunung digunduli, atau laut dijadikan tempat pembuangan, sesungguhnya yang rusak bukan hanya lingkungan — tetapi juga hubungan spiritual manusia dengan Tuhannya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum [30]: 41)

Sayyid Quthb pernah menulis dalam Fi Zhilalil Qur’an: “Kerusakan di darat dan laut bukanlah hukuman, melainkan tanda bahwa manusia telah keluar dari keseimbangan fitrahnya.”

Maka microplastik, sekecil apa pun, adalah tanda: bahwa keseimbangan itu retak. Bumi sedang menampilkan kembali wajah kita yang tak lagi mengenali maknanya sendiri.

Menjadi Saksi dan Penebus
Mungkin kita tak mampu memulihkan semua kerusakan. Tapi kita masih bisa menumbuhkan kesadaran — kesadaran yang perlahan mengembalikan kesucian niat dalam setiap tindakan kecil. Menolak kantong plastik, menggunakan botol isi ulang, memilih bahan alami — bukan sekadar gaya hidup, tapi bentuk taubat ekologis .

Seperti yang diingatkan Rumi:
“Kemarin aku pintar, maka aku ingin mengubah dunia.
Hari ini aku bijak, maka aku mengubah diriku sendiri.”

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil — dari hati yang kembali sadar bahwa bumi ini adalah tubuh yang sama dengan tubuh kita sendiri.

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ

“Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di bumi.” — (QS. Al-An‘am: 165)

Penutup: Seruan dari Dalam Nafas
Mikroplastik mengajarkan kita sesuatu yang dalam: bahwa yang kecil dan tak terlihat bisa mengubah segalanya. Mungkin Tuhan sedang menegur manusia bukan lewat bencana besar, tetapi lewat partikel halus yang ikut bernafas bersama kita — seolah berkata:
“Lihatlah, bahkan udara pun kini memanggul jejak ketidaksabaranmu.”

Sudah saatnya kita berhenti dan mendengar. Sebab di balik setiap serpihan kecil plastik, ada gema pelan dari bumi — suara yang mengingatkan kita untuk kembali bernafas dengan kesadaran, dengan hormat, dan penuh kasih.

الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

“Dunia ini hijau dan indah, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai pengelola di dalamnya. Maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.” (HR. Muslim, no. 2742)

Tags: Mikroplastik

Comments 2

  1. Fauzi Achmadi says:
    12 months ago

    AJKHMas Kus…Semoga kedepan kita dapat membiasakan hal kecil yang bermanfaat bagi alam seperti menggunakan botol minum isis ulang daripada menggunakan botol minum sekali pakai

    Reply
  2. Dharmajaya says:
    10 months ago

    Asalnya plastik itu apa? Berarti kita harus juga berhenti membelahnya? Apalagi yg tidak boleh dibelah?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat
  • Sudarmanto on LDII Apresiasi Program Strategis Pemerintah Terkait Ketahanan Pangan dan Pemerataan Ekonomi
  • Teguh Rianto on Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi
  • Nanang Naswito on PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu
  • Yustitiana 1960 on Dukung Kamtibmas dan Toleransi, LDII Tanah Laut Ikuti Dai Kamtibmas Polda Kalsel
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

Cendekiawan NU Memotret Wajah Pendidikan LDII di Berbagai Pelosok Nusantara

March 11, 2026
Cinta Allah

Cinta Allah

3
Dukung Kamtibmas dan Toleransi, LDII Tanah Laut Ikuti Dai Kamtibmas Polda Kalsel

Dukung Kamtibmas dan Toleransi, LDII Tanah Laut Ikuti Dai Kamtibmas Polda Kalsel

2
Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

2
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

1
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

October 17, 2026
LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

October 17, 2026
Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

October 17, 2026
LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

October 17, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat October 17, 2026
  • LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan October 17, 2026
  • Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama October 17, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.