Pasaman Barat (14/10). DPD LDII Pasaman Barat menghadiri “Sosialisasi Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pasaman Barat”. Acara itu diselenggarakan di kantor Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), pada Kamis (10/9/2026).
“Pada kegiatan ini, diselenggarakan pula launching Sistem Manajemen Penanganan Konflik Sosial Terintegrasi (Simponi) Kesbangpol. Bertujuan memperkuat pelayanan, pendataan, administrasi, dan tata kelola ormas,” ujar Sekretaris DPD LDII Pasaman Barat, Agus Marni.
Lebih lanjut, Agus mengatakan, kegiatan tersebut bermanfaat menambah pemahaman pengurus mengenai posisi ormas sebagai mitra pemerintah, “Dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, ormas tidak hanya menjalankan program untuk internal organisasi, tetapi juga ada peran untuk menjadi jembatan komunikasi dengan masyarakat, “Mendorong partisipasi, menyampaikan masukan, serta ikut menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing,” tutur Agus.
Sementara itu, Dewan Penasihat DPD LDII Pasaman Barat, Muhajir mengatakan, pengurus LDII harus mengambil bagian dalam menjaga kerukunan, “Dan mengenali dinamika sosial yang berkembang di masyarakat,” katanya.
Jika terjadi persoalan di tengah masyarakat, Muhajir mengungkapkan, komunikasi harus dibangun sejak awal, “Jangan menunggu permasalahan berkembang menjadi lebih besar. Di sinilah pentingnya koordinasi antara pemeritnah, ormas, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya,” jelasnya.
Pada sosialisasi tersebut, Kesbangpol Pasaman Barat memperkenalkan aplikasi Simponi. Sebagai sistem untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan koordinasi penanganan potensi konflik sosial. Kegiatan itu dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkab Pasaman Barat, Setia Bakti. Turut hadir, Kepala Kesbangpol Pasaman Barat, Yosmar Difia.













