Makkah (25/4). Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memahami sistem transportasi serta disiplin membawa kartu Nusuk selama beraktivitas di Tanah Suci. Hal itu ia sampaikan saat memaparkan peta akomodasi Daker Makkah di Kantor Urusan Haji (KUH), Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh jemaah difasilitasi bus shalawat yang beroperasi 24 jam dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. Namun, jemaah diminta untuk mengenali rute dan nomor bus guna memudahkan perjalanan.
“Jemaah cukup menuju halte terdekat dari hotel, lalu naik bus sesuai rute. Yang penting diingat adalah nomor rutenya, bukan busnya, karena dalam satu rute terdapat beberapa unit bus,” ujarnya.
Menurut Ihsan, terdapat tiga terminal utama yang melayani jemaah, yakni terminal Syib Amir untuk wilayah Syisyah dan Raudhah, terminal Jiad untuk Misfalah, serta terminal Jabal Ka’bah untuk wilayah Aziziyah dan Jarwal.
Ia menegaskan, jika jemaah tersesat atau salah naik bus, tidak perlu panik karena petugas tersedia di berbagai titik untuk memberikan bantuan. “Di halte, terminal, hingga sekitar Masjidil Haram, petugas kami siaga untuk membantu dan mengarahkan jemaah,” katanya.
Selain itu, Ihsan juga mengingatkan pentingnya membawa kartu Nusuk sebagai identitas resmi jemaah selama berada di Arab Saudi. “Sesuai regulasi pemerintah Saudi, seluruh jemaah wajib membawa kartu Nusuk setiap keluar hotel. Ini sangat penting karena akan diperiksa di berbagai titik,” tegasnya.
Jika kartu tersebut hilang, jemaah diminta segera melapor kepada petugas sektor atau ketua rombongan agar dapat diproses penggantian melalui pihak syarikah. “Segera lapor ke petugas jika ada kendala. Kami siap membantu di setiap sektor,” pungkasnya.











