Makkah, (24/4). Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, memastikan seluruh persiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia terus dimatangkan menjelang kedatangan jemaah ke Kota Suci. Fokus utama saat ini adalah kesiapan petugas serta optimalisasi layanan di berbagai sektor.
“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang akan bertugas di Makkah telah mulai berdatangan sesuai jadwal. Kedatangan dilakukan dalam tiga hari dengan dua penerbangan setiap harinya,” ujarnya saat diwawancarai Tim Media Center Haji di Kantor Urusan Haji Makkah, Jumat (24/4/2026).
Hingga saat ini, lanjutnya, sebanyak 360 petugas dari berbagai layanan telah tiba di Makkah, termasuk tambahan petugas dari kalangan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang berasal dari Mesir, Yaman, dan Suriah.
“Persiapan utama adalah memastikan petugas siap terlebih dahulu. Karena Makkah menjadi pusat atau episentrum seluruh rangkaian ibadah haji, baik jemaah maupun petugas nantinya akan terkonsentrasi di sini, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.
Sebagai daerah kerja dengan jumlah jemaah dan petugas terbanyak, Makkah memiliki peran krusial dalam penyelenggaraan operasional haji. Oleh karena itu, berbagai layanan dipastikan dalam kondisi optimal, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.
Untuk layanan akomodasi, petugas sektor telah ditugaskan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap hotel-hotel jemaah. Pemeriksaan dilakukan secara detail, mencakup fasilitas kamar, kamar mandi, ruang makan, musala, hingga area lobi.
“Kami instruksikan agar tidak ada satu kamar pun yang terlewat. Semua harus dicek untuk memastikan kesiapan sebelum jemaah tiba,” tegas Ikhsan.
Di sektor konsumsi, tim juga melakukan inspeksi rutin ke dapur-dapur penyedia makanan guna memastikan kualitas kebersihan makanan tetap terjaga demi kesehatan jemaah. Sementara itu, layanan transportasi disiapkan melalui operasional bus salawat yang akan beroperasi selama 24 jam.
“Bus salawat ini akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Setiap hotel sudah disiapkan halte, baik untuk satu hotel besar maupun gabungan beberapa hotel berdekatan, sehingga mobilitas jemaah lebih mudah dan teratur,” jelasnya.
Jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah pada akhir April, sekitar tanggal 29 atau 30 April 2026. Kedatangan awal petugas di Makkah, menurut Ikhsan, merupakan langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan, termasuk penempatan kamar maupun kesiapan fasilitas.
Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan kerusakan koper jemaah selama proses bongkar muat. Menurutnya, mekanisme penggantian koper telah disiapkan, meskipun dengan ketentuan tertentu. “Jemaah dapat melaporkan kerusakan melalui ketua regu, ketua rombongan, atau ketua kloter untuk diteruskan ke petugas sektor,” tambahnya.
Terkait regulasi terbaru dari Pemerintah Arab Saudi, Ikhsan menegaskan pentingnya kartu Nusuk sebagai identitas utama jemaah selama berada di Tanah Suci. “Kartu Nusuk ini bisa dikatakan sebagai ‘nyawa kedua’ setelah paspor. Jemaah wajib membawa dan menggunakannya setiap saat, terutama saat beraktivitas di luar hotel atau memasuki area ibadah seperti Masjidil Haram,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kartu Nusuk kini menjadi syarat utama akses ke berbagai layanan dan lokasi ibadah, termasuk masuk ke Masjidil Haram dan Raudhah. Oleh karena itu, pemerintah memastikan seluruh jemaah Indonesia telah menerima dan mengaktifkan kartu tersebut sejak di embarkasi. (Faqih)

