Jakarta (21/5). Ketua Umum (Ketum) DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyambut kedatangan siswa-siswi SMP Al-Shiddiqi Way Jepara, Lampung Timur di kantor DPP LDII Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Dalam sambutannya, dia menekankan pentingnya anak muda memiliki akhlakul karimah dan 29 karakter luhur.
Menyambut kunjungan study tour tersebut, Dody mengapresiasi antusias pelajar SMP Al-Shiddiqi untuk belajar keorganisasian. Sebab, menurut Dody, para pelajar nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa, “Kita harus punya pengaruh yang kuat, dan tidak terpengaruh,” ujarnya
Di akhir sambutannya, ia berpesan agar anak-anak mudah bergaul dengan siapa saja, tapi dengan tetap memperhatikan akhlakul karimah dan karakter luhur, “Generasi penerus memiliki peran penting untuk menyiarkan program-program LDII, lewat konten-konten di media sosial yang positif. Serta membangun sumber daya manusia yang profesional dan religius,” ujarnya.
Sementara, Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPP LDII Wilnan Fatahillah menjelaskan, fungsi dari kantor DPP LDII untuk menjalankan kegiatan organisasi, di antaranya menerima tamu, melaksanakan seminar, hingga musyawarah internal rutin yang dilakukan organisasi.
“Generasi muda kita saat ini adalah generasi yang akan kita andalkan di masa yang akan datang. Sehingga, mereka perlu untuk memberikan respon yang positif setelah melihat gedung, melihat sarana yang ada di sini, serta berkenalan dengan pengurus DPP,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMP Al-Shiddiqi Way Jepara Syaifudin Adi Cahyono mengapresiasi sambutan hangat dari pengurus DPP LDII. Ia berujar, study tour ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang keorganisasian dan peran media, “Harapan kami DPP dapat meningkatkan pembinaan ke sekolah-sekolah di bawah naungan LDII, sehingga pembelajaran di sekolah juga mendapatkan materi organisasi,” harapnya.
Para siswa SMP Al-Shiddiqi Way Jepara juga mendapatkan materi Bijak Bermedia Sosial dari Dinda Ulya Kamila, anggota LDII News Network (LINES). Dinda menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membagikan konten ke media sosial, untuk memutus rantai penyebaran hoaks, “Hoaks itu dimulai dari jari-jari kita sendiri,” ujarnya.
Dinda menjelaskan, sangat penting untuk membaca secara menyeluruh informasi yang didapatkan dari media sosial. Lalu, memverifikasi berita tersebut dari sumber resmi atau media nasional yang kredibel sebelum membagikannya.
“Bermedia sosial tanpa beretika akan merugikan diri sendiri, orang lain, keluarga dan organisasi. Karena semua konten yang dibagikan ke media sosial pasti akan menjadi konsumsi umum,” pungkasnya.

