Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Liputan Haji 2012

KIM LDII : Pohon Soekarno, Membuat Tanah Suci Lebih Hijau

2012/11/09
in Liputan Haji 2012
0
pohon sukarno
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

 

TAMAN MIMBA: Pohon mimba dan mindi yang dipangkas rapi menghiasi Taman Sissah di Makah, hijau dan artistik.

JUTAAN tahun lalu, hingga sekitar awal tahun 1960-an, Arab Saudi adalah salah satu negara paling gersang di dunia. Negeri itu didominasi oleh gurun pasir nan luas dan pegunungan batu gersang yang terbentuk sejak masa Palaeozoic atau Pra-Kambrium, saat di mana kehidupan mulai muncul sekitar 700 juta sampai 542 juta tahun silam.Di negeri berluas 2.217.949 km2 itu, terdapat gurun pasir paling besar di dunia, yakni Rub Al Khali atau ”Kawasan Kosong” seluas 647.000 km2. Di gurun pasir ini nyaris tak ada satu pun kehidupan sehingga disebut Kawasan Kosong.

Sejak minyak bumi ditemukan di Saudi tahun 1938, kehidupan negara itu berangsur berubah. Perlahan namun pasti, rakyat makmur. Kini, Saudi adalah negara kelima terkaya di dunia dengan pendapatan per kapita lebih dari 25 ribu dolar AS per tahun, atau nyaris delapan kali lipat perkapita Indonesia yang sebenarnya lebih subur dan kaya sumber daya alam. Selain rakyatnya kian makmur, tanah Saudi yang dulu gersang pun kini telah berubah. Jalanan di kota-kota menjadi rindang. Pepohonan banyak ditemukan di sudut-sudut kota, bahkan hingga ke kawasan terpencil. Namun bukan pohon khas Timur Tengah, yakni kurma, yang membuat Arab –khususnya Tanah Suci Makah dan Madinah– menjadi ijo royo-royo, melainkan pohon Soekarno.  Pohon Soekarno? Iya, pohon sekarno. Nama asli pohon itu sebenarnya mindi (melia azedarach) dan mimba (azadirachta indica), namun generasi tua Saudi lebih mengenalnya dengan nama Syajarah Karno atau Pohon Karno (Soekarno), mengacu pada sang penyumbang benih: Presiden I Indonesia Ir Soekarno.
”Pemerintah Arab Saudi memanfaatkan betul bibit mimba dan mindi yang disumbangkan oleh Pak Karno pada akhir 1950-an. Sekarang, dua jenis pohon itu menjadi peneduh utama di Saudi,” ujar Kol (TNI) Abu Harist, Kepala Operasional Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina) Misi Haji Indonesia di Arab Saudi, kemarin.

Pak Karno naik haji tahun 1955. Ketika itu, Arab Saudi amat gersang. Sang presiden -yang saat itu memang punya pengaruh kuat di dunia– kemudian menawarkan bibit pohon ke Pemerintah Arab untuk dijadikan peneduh. Tawaran tersebut mendapat sambutan positif. Tak diketahui tahun pastinya, yang jelas pada awal 1960-an program penghijauan di Saudi mulai dilakukan memanfaatkan bibit mindi dan mimba sumbangan Soekarno.

Kawasan Arafah -tempat jamaah haji melaksanakan wukuf– sekarang ini sudah amat hijau. Ribuan pohon mindi dan mimba bertinggi sekitar 7-10 meter tumbuh subur. Arafah bahkan tak pantas lagi jika disebut padang. Lebih cocok jika ceruk kecil yang diapit pegunungan batu itu disebut Taman Arafah karena saking hijaunya dibanding kawasan padang pasir di sekitarnya.

”Ide Pak Karno memang berawal dari saat wukuf di Arafah. Ketika naik haji itu, beliau merasakan Arafah sangat terik. Padahal tiap tahun jutaan Muslim berkumpul di situ. Dengan suhu rata-rata 40 derajat celcius, tiadanya pohon peneduh jelas sebuah masalah,” tambah Abu Harist.Pemerintah Arab sangat serius merawat dan mengembangkan Syajarah Karno tersebut. Mereka membuat pipa-pipa air bawah tanah khusus untuk menyiram mindi dan mimba. Maklum, hujan hanya sesekali turun di Arab, sehingga tanaman yang bukan asli kawasan itu membutuhkan ”doping” air tambahan. Tak hanya di perkotaan. Di Arafah –yang berjarak sekitar 25 km dari Makah dan hanya dihuni setahun sekali tiap musim haji– pipa air bawah tanah juga dibuat.

Keseriusan pemerintah Saudi benar-benar membuahkan hasil. Arafah hijau. Makah dan Madinah pun penuh mindi dan mimba. Di kawasan Syariq Mansyur Makah misalnya, puluhan pohon mimba tumbuh kokoh dengan tinggi sekitar 10 meter.Tetapi tahukan Anda bahwa ternyata di Indonesia sekarang ini pohon mimba ternyata sudah termasuk langka? Aneh memang. Di Saudi, yang hanya menerima bibit sumbangan, mimba menjadi tanaman yang gampang ditemukan. Sementara di Indonesia yang menjadi asal tanaman, pohon itu justru telah masuk kategori 10 tanaman langka, selangka raflesia arnoldi, balam suntai (Palaquium walsurifolium), bayur (Pterospermum sp), ulin (Eusiderxylon zwageri), cendana (Santalum album), damar atau kopal keruling (Agathis labillardieri), enau (Arenga pinnata), tembesu (Fagraea fragrans), dan jelutung (Dyera costulata).Selain itu, yang lebih menyedihkan, sari dari kulit, daun, dan getah mimba yang memang berkhasiat obat, ternyata diolah oleh warga Arab Saudi dan sebagian dijual ke Indonesia…(Dep. KIM DPP LDII)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on LDII Papua Barat Daya Hadirkan Konsep Pembinaan Generus yang Edukatif
  • Nanang Naswito on Peneliti Ahmad Ali MD Tanya Peran LDII ke Ketua Asosiasi FKUB Indonesia di Bali
  • Nanang Naswito on Tepat 27-28 Mei Bayangan Matahari Bisa Jadi Penunjuk Arah Kiblat, Begini Cara Mengeceknya
  • Nanang Naswito on Bupati Apresiasi Pendidikan dan Pembinaan Karakter dalam Musda LDII Kabupaten Bandung
  • Wartoyo Jamaah on Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

May 27, 2026
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak

Dam Tamattu’ Tembus 126 Ribu, Kemenhaj: Peningkatan Luar Biasa

May 23, 2026
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf

Sidak Tenda Arafah, Amirulhaj Peringatkan KBIHU yang Melanggar

May 23, 2026
Abdul Muhaimin Iskandar

Menko PM Cak Imin Apresiasi Skema Armuzna Kemenhaj, Optimistis Puncak Haji Berjalan Lancar

May 23, 2026
Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

Aktris Ida Royani dan Aktor Ben Kasyafani Apresiasi Kurban Ramah Lingkungan Ala LDII

6
Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

6
DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

6
LDII Sukoharjo Gelar Bootcamp Perkuat Karakter dan Kemandirian Remaja

LDII Sukoharjo Gelar Bootcamp Perkuat Karakter dan Kemandirian Remaja

4
MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

May 29, 2026
Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

May 28, 2026
LDII Jelaskan Makna Ikhlas Berkurban dan Berbagi Lewat Gotong Royong

LDII Jelaskan Makna Ikhlas Berkurban dan Berbagi Lewat Gotong Royong

May 28, 2026
Eco-Kurban LDII untuk Merawat Alam dan Sesama

Eco-Kurban LDII untuk Merawat Alam dan Sesama

May 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural May 29, 2026
  • Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah May 28, 2026
  • LDII Jelaskan Makna Ikhlas Berkurban dan Berbagi Lewat Gotong Royong May 28, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.