Yogyakarta (22/10). DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta beraudiensi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DIY membahas penyelarasan program organisasi dengan pembangunan daerah. Dalam pertemuan di Kompleks Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (7/10/2026) itu dibahas pendidikan karakter, pemberdayaan generasi muda, hingga pengelolaan lingkungan berbasis masjid.
Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin hadir bersama Wakil Ketua Nanang Dwi Antoro dan pengurus Biro PKD Endri Sulistyo. Kepala Biro Kesra Setda DIY Faishol Muslim beserta jajaran dan Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budianto turut menghadiri pertemuan tersebut.
Atus mengatakan DPW LDII DIY sedang memfinalisasi program kerja setiap biro untuk periode kepengurusan mendatang. Ia berharap pemerintah daerah memberikan masukan agar program organisasi selaras dengan agenda pembangunan dan Pancamulia DIY. “Kami sedang memfinalisasi program kerja di masing-masing biro. Kami berharap mendapat masukan dari pemerintah daerah agar program LDII dapat saling mendukung dengan program pembangunan dan Pancamulia DIY,” ujar Atus.
Sejumlah program yang akan dikembangkan meliputi penguatan fungsi masjid, pendidikan karakter, pendidikan ke-Yogyakarta-an, pembinaan generasi muda, dan peningkatan kapasitas pengurus. LDII DIY juga mendorong program lingkungan yang melibatkan masjid dan masyarakat sekitar.
Salah satu program yang dikembangkan DPP LDII ialah Pojok Masjid Hijau. Program ini mendorong masjid berperan dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pemanenan air hujan dan dukungan terhadap ketahanan pangan. “Masjid bisa menjadi pusat kegiatan yang lebih luas. Kami ingin mendorong masjid sebagai tempat pemanenan air hujan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Dengan begitu, masjid juga dapat mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Atus.
Di bidang pendidikan, LDII DIY akan melanjutkan pendidikan karakter dan pendidikan ke-Yogyakarta-an. Program ini juga diarahkan untuk membantu generasi muda menghadapi tantangan penggunaan teknologi, terutama pemakaian gawai secara berlebihan di kalangan pelajar.
Atus turut menyampaikan rencana penguatan pendidikan karakter melalui kepramukaan. Melalui Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN), LDII mendorong pembentukan Gugus Depan Ramah Lingkungan.
Program tersebut akan menggabungkan pendidikan kepramukaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Generasi muda diharapkan terbiasa menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pembinaan generasi muda, LDII DIY ingin meningkatkan kapasitas pengurus melalui pelatihan kepemimpinan, keorganisasian, protokoler, dan komunikasi. Menurut Atus, peningkatan keterampilan tersebut diperlukan untuk mendukung regenerasi dan tata kelola organisasi. “Kami berharap para pengurus mendapat kesempatan mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan. Keterampilan kepemimpinan dan komunikasi penting untuk mendukung regenerasi serta meningkatkan profesionalitas organisasi,” ujarnya.

Kepala Biro Kesra Setda DIY Faishol Muslim mengapresiasi program yang disampaikan LDII. Ia berharap komunikasi antara organisasi dan pemerintah daerah berlanjut ke kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat. “Dalam forum ini kita bisa saling berbagi dan berdiskusi. Mudah-mudahan ke depan program-program yang ada dapat diselaraskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Faishol.
Faishol juga menyoroti fungsi rumah ibadah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, masjid dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang mendukung kebutuhan warga, selain sebagai tempat ibadah.
Ia turut mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah maupun pesantren. Anak perlu memperoleh pendidikan, perlindungan, layanan kesehatan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara layak.
Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budianto mendorong pemetaan program lingkungan di setiap kabupaten dan kota. Pemetaan itu mencakup pemanenan air hujan, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan wilayah. “Program pemanenan air di masjid ini menarik. Silakan petakan kebutuhannya di masing-masing kabupaten dan kota. Jika selaras dengan program yang ada, kami siap mendukung,” ujar Dwi.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui penguatan keterampilan dan wawasan ekonomi. Bekal tersebut diperlukan agar pemuda mampu membangun kemandirian dan mengambil peran dalam masyarakat.

