Gunungkidul (22/7). DPD LDII Kabupaten Gunungkidul audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Mereka berharap kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dapat memperkuat program kerja di bidang lingkungan hidup.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) di kantor DLH Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut, kedua belah pihak membahas penguatan kerja sama dalam pelestarian lingkungan. Sekaligus melakukan koordinasi pelaksanaan Gerakan Nasional Bakti untuk Negeri yang menjadi program rutin LDII menjelang HUT RI.
Audiensi dipimpin Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, didampingi Sekretaris Wasita, Bendahara Wagino, dan Dewan Penasehat Joko Edi Wardoyo. Rombongan diterima Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul, Edi Basuki, bersama jajaran.
Wahono Budi Rustanto menjelaskan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut program kerja LDII di bidang lingkungan hidup. Menurutnya, Gerakan Nasional Bakti untuk Negeri akan kembali dilaksanakan pada Agustus 2026 di wilayah Gunungkidul.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi bersih-bersih, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mampu membangun budaya gotong royong secara berkelanjutan,” ujar Wahono.
Ia menambahkan, LDII terus mendorong warganya untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program pelestarian lingkungan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah penting agar program yang dijalankan memiliki dampak lebih luas. Kami berharap sinergi ini mampu melahirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul, Edi Basuki, menyampaikan pemerintah daerah terus mengembangkan berbagai program, untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah Korve Jumat Bersih yang melibatkan berbagai instansi pemerintah serta elemen masyarakat.
“Tantangan pengelolaan lingkungan masih cukup besar, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, hingga pengelolaan limbah yang belum sepenuhnya sesuai ketentuan,” tuturnya.
Edi mengapresiasi komitmen LDII dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Gunungkidul. Ia menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui kegiatan yang langsung menyentuh lingkungan sekitar.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dukungan dari organisasi kemasyarakatan seperti LDII menjadi kekuatan penting untuk mengajak masyarakat membiasakan hidup bersih, mengurangi sampah, serta menjaga fasilitas umum agar tetap terawat,” ujarnya.














