Surabaya (23/5). DPW LDII Jawa Timur dan Bank Syariah Indonesian (BSI) menggelar webinar “Program Inkubasi Bisnis”. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung UMKM BSI Surabaya, Jawa Timur tersebut dihelat pada Sabtu (25/4/2026).
Perhelatan itu untuk mendorong pelaku usaha UMKM naik kelas melalui pembinaan berkelanjutan, yang mengedepankan aspek bisnis sekaligus nilai-nilai syariah, “Program inkubasi ini membantu UMKM LDII terutama dalam hal permodalan. UMKM LDII tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” papar Ketua DPW LDII Jawa Timur, M. Amrodji Konawi.
Menurutnya, program yang ditawarkan BSI dapat menjadi salah satu solusi untuk pelaku UMKM dari LDII, “Selain pembiayaan, program ini juga memberikan pendampingan, pengawasan (controlling), hingga penataan keuangan usaha. Harapannya mampu mendorong UMKM naik kelas secara bertahap,” jelasnya.
Amrodji menginginkan UMKM terus naik kelas. Mulai dari mikro ke kecil, kecil ke menengah, hingga menjadi usaha besar, “Peserta yang mendaftar program ini mencapai 1.000 orang dan tersebar di 117 titik di seluruh Jawa Timur. Antusiasnya luar biasa dan pendaftar yang masuk sangat banyak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip ‘tri sukses’ dalam berwirausaha, yaitu harus berilmu, berakhlakul karimah, dan mandiri. Ia juga menegaskan setelah berhasil untuk tidak lupa memandirikan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha LDII (HPL) Jawa Timur, Ardian Muchtar menjelaskan, HPL saat ini telah menjadi wadah bagi lebih dari 1.000 pengusaha LDII, “Pentingnya arah dan visi dalam menjalankan usaha agar tidak berhenti di tengah jalan. Banyak usaha berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak punya arah yang jelas,” terangnya.
Ia juga mengajak peserta menjadikan forum ini sebagai langkah awal dalam membangun masa depan usaha yang lebih terarah. Ia menegaskan dengan konsistensi belajar dan terus bergerak, ia optimistis akan lahir pengusaha besar dari Jawa Timur yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
Ardian menegaskan bahwa HPL akan terus berperan sebagai wadah pendampingan bagi pelaku UMKM agar berkembang. Tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pimpinan BSI Jawa Timur, Wahsi Prasodjo, menjelaskan program inkubasi bisnis ini merupakan bagian dari peran BSI dalam mendukung program pemerintah, untuk mengembangkan UMKM di Indonesia, khususnya bagi anggota HPL LDII.
“Program ini ditujukan bagi UMKM LDII, mulai dari pembinaan, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran produk, sehingga mereka bisa bertumbuh bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan BSI tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tetapi mencakup berbagai layanan keuangan dan pendampingan usaha secara menyeluruh.
“UMKM tidak hanya butuh pembiayaan, tetapi juga fasilitas keuangan seperti pendanaan, tabungan, hingga produk lain seperti tabungan emas dan haji. Semua itu menjadi bagian dari ekosistem yang kami siapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, BSI juga berperan dalam menyalurkan program pemerintah, “Kami juga menyalurkan pembiayaan usaha rakyat dan melibatkan UMKM dalam expo maupun kegiatan pengembangan usaha lainnya,” tambahnya.











