Kebumen (17/9). DPD LDII Kabupaten Kebumen membekali remaja putri dengan pengetahuan tentang kebersihan diri. Acara berlangsung di Pantai Kembar Terpadu, Puring, Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa (25/8/2026).
Kegiatan outing pembekalan keputrian itu diikuti remaja putri usia sekolah menengah atas hingga pranikah. Peserta berasal dari delapan PC LDII serta siswi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baitussyakur.
Delapan PC tersebut meliputi Rowokele, Sempor, Gombong, Karanggayam, Karanganyar, Kuwarasan, Adimulyo, dan Puring. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kebumen, Sudiyono membuka kegiatan tersebut. Ia mengajak peserta menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur. “Bersyukur bukan hanya dengan ucapan. Kita juga perlu menjaga dan merawat kesehatan yang sudah diberikan Allah,” kata Sudiyono.
Materi utama disampaikan Dina Novita. Ia menjelaskan kebersihan diri dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Peserta mendapat materi tentang mandi secara teratur, mengenakan pakaian bersih, merawat rambut, membersihkan wajah, serta menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kebersihan tangan, kuku, dan kaki juga menjadi bagian pembahasan,” katanya.
Dina juga memberikan materi tentang kebersihan area kewanitaan. Peserta diajak menjaga area tersebut tetap bersih dan kering serta mengganti pakaian dalam secara rutin.
Ia mengingatkan peserta menggunakan produk perawatan secara bijak. Kebersihan diri juga perlu diikuti pola hidup sehat. “Istirahat yang cukup, makanan bergizi, kebutuhan cairan, aktivitas fisik, dan lingkungan yang bersih ikut mendukung kesehatan,” ujar Dina.

Dina mengatakan kebiasaan menjaga kebersihan perlu dibangun sejak remaja. Kebiasaan tersebut dapat membantu peserta menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” katanya.
Bagian PPKK DPD LDII Kabupaten Kebumen juga mengaitkan materi kebersihan dengan pembentukan kepercayaan diri. Ainun Krisnawati mengajak peserta merawat tubuh tanpa menjadikan penampilan sebagai ukuran nilai diri.
“Merawat dan membersihkan tubuh merupakan salah satu bentuk rasa syukur. Kita juga perlu menjaga sikap, cara berpikir, unggah-ungguh, dan kemampuan mengendalikan emosi,” kata Ainun.
Ia meminta peserta menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan saat mengikuti kegiatan keputrian.














