Batam (13/10). DPW LDII Kepulauan Riau (Kepri) menghadiri undangan upacara memperingati HUT TNI ke-81. Acara itu diselenggarakan di Pantai Piwang, Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin (5/10/2026).
“Kami berkomitmen terus mendukung peran TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Sinergi TNI dan rakyat adalah harga mati. LDII Kepri siap berada dalam satu barisan bersama TNI,” ujar Ketua DPW LDII Kepri, Rulifa Syahroel.
Menurutnya, bentuk sinergi yang telah terjalin antara TNI dan LDII Kepri tidak hanya melalui seremonial upacara, saja, “Salah satunya, Babinsa dari Korem 033/Wira Pratama rutin memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan di Ponpes Abdul Dhohir, naungan DPW LDII Kepri,” ujar Rulifa
Sosialisasi juga telah diberikan pada masjid-masjid naungan LDII Kepri di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, “Sementara itu, kami juga aktif mendukung berbagai program teritorial TNI. Mulai dari karya bakti, donor darah, penanaman pohon, dan progam ketahanan pangan,” tegas Rulifa.
Lebih lanjut, Rulifa mengatakan, pihaknya aktif menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di setiap kegiatan organisasi, “Kepri merupakan daerah yang rawan infiltrasi paham transnasional, paham anti-Pancasila, hingga narkoba dan penyelundupan. Untuk mencegah dan menangani hal tersebut, tidak semua perlu diselesaikan dengan peluru. Tetapi juga dapat melalui pembinaan umat dan pengajian,” tuturnya.
Sementara itu, pembina upacara HUT ke-81 TNI di Kepri, Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I) Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo mengungkapkan, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, mengapresiasi atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras seluruh prajurit serta ASN TNI seiring tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” katanya.
Menurut Panglima TNI Agus Subiyanto, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan dan modernisasi alutsista. Penguatan tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme setiap prajurit. Hal ini penting untuk menghadapi ketidakpastian global, dinamika ruang informasi serta berbagai ancaman terhadap keutuhan wilayah.
Panglima juga menekankan lima budaya pengabdian PRIMA yang harus menjadi pedoman seluruh prajurit, meliputi profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif. “Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tutupnya.















