Mimika (12/10). DPD LDII Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura menggelar seminar bertajuk “Harmony for Happy & Healthy Aging”. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) DKM Miftahul Huda, Timika, Papua Tengah, pada Minggu (4/10/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muh. Norris Ashara, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LDII mengedukasi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan perempuan dan keluarga.
“Kesehatan perempuan tidak hanya menjadi perhatian individu, tetapi juga berkaitan dengan kondisi keluarga secara keseluruhan. Karena itu, keluarga perlu memberikan dukungan ketika seorang perempuan memasuki fase transisi menopause,” ujar Norris.
Ia menjelaskan, menopause merupakan bagian dari perjalanan kehidupan seorang perempuan. “Yang penting adalah bagaimana fase tersebut dipahami dengan informasi yang benar, bukan berdasarkan mitos atau informasi yang belum jelas,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan yang bisa diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga diharapkan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika menghadapi persoalan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, siap, dan bahagia. Dukungan keluarga juga sangat penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Norris menambahkan, kegiatan kesehatan seperti ini sejalan dengan upaya LDII dalam mendorong kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya, usia yang bertambah perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesehatan agar seseorang tetap dapat beraktivitas, beribadah, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan.
Seminar mengangkat tema “Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Menghadapi Proses Penuaan Secara Sehat dan Bahagia” tersebut diikuti peserta perempuan dari berbagai kalangan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu Ketua Bagian Pemberdayaan Wanita LDII Mimika, Nurfuadah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadzah Firda.
Pembekalan materi disampaikan Lenny Nurhandayani. Dalam paparannya, Lenny mengajak masyarakat memahami bahwa proses penuaan merupakan bagian alami dari kehidupan yang perlu dipersiapkan dengan menjaga kesehatan fisik maupun mental sejak dini.
Lenny menjelaskan, hormon dan faktor genetik merupakan dua hal yang berbeda. Namun, faktor genetik dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi hormon serta bagaimana tubuh merespons hormon tersebut.
“Genetik dapat memengaruhi produksi dan kerja hormon. Jadi, hormon dan genetik memang berbeda, tetapi keduanya dapat saling berkaitan dalam memengaruhi kondisi tubuh seseorang,” jelas Lenny.
Jika seorang ibu mengalami Premature Ovarian Insufficiency (POI) atau menopause dini (sebelum usia 40–45 tahun), anak perempuannya akan mengalami risiko hal yang serupa. Namun jika ia menjaga gaya hidup sehat dan tidak terpapar toksikan (seperti rokok, alkoholik, konsumsi bahan kimia), dampak genetik tersebut dapat teredam atau bergeser.
“Kondisi tersebut disebabkan penurunan hormon tidak diatur oleh satu gen tunggal (monogenik), melainkan bersifat poligenik yang masing-masing memberikan kontribusi kecil pada percepatan atau perlambatan penuaan ovarium,” jelasnya.
Menurut Lenny, pemahaman mengenai berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan menjadi penting, terutama ketika seseorang memasuki usia lanjut. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik, pola pikir yang positif, pola tidur yang sesuai (7-8 jam per hari). Selain itu, melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh misalnya dengan latihan angkat beban, yoga ataupun berjalan cepat.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seminar, tetapi menjadi awal dari kebiasaan masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta mempersiapkan masa tua sejak dini.

