Pemalang (20/8). Pengurus DPD LDII Kabupaten Pemalang menghadiri Malam Wungon dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pemalang itu diadakan di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu, (16/8/2026).
Kegiatan diikuti sejumlah unsur masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan elemen pemerintahan. Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Pemalang Luruh Sayono menyampaikan kembali kisah perjuangan tokoh lokal Pemalang, Kyai Makmur. Tokoh tersebut tercatat sebagai Bupati Pemalang ke-26 dan memiliki peran dalam perjuangan kemerdekaan di Pemalang.
Luruh mengatakan perjuangan Kyai Makmur menjadi salah satu contoh keterkaitan antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Menurut dia, kehidupan masyarakat perlu menempatkan kedua nilai tersebut secara beriringan.
“Kyai Makmur memberikan teladan melalui perpaduan nilai agama dan kebangsaan. Nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada agama dan kecintaan kepada bangsa dapat berjalan bersama,” kata Luruh.
Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan Malam Wungon memiliki makna lebih dari sekadar agenda tahunan menjelang peringatan kemerdekaan. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengingat kembali pengorbanan para pejuang sekaligus memperkuat persatuan.
“Wungon menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas perjuangan para pahlawan. Kita juga perlu menjaga kerukunan dan persatuan agar kehidupan masyarakat tetap aman dan kedaulatan bangsa terus terjaga,” ujar Nurkholes.
Nurkholes juga mengajak masyarakat Pemalang menjaga hubungan sosial di tengah berbagai perubahan yang terjadi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga sangat diperlukan. Kebersamaan menjadi modal penting untuk membangun Pemalang,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang Agus Sarwono menilai pesan sejarah yang disampaikan dalam Malam Wungon relevan dengan pembinaan warga LDII. Ia mengatakan nilai kebangsaan menjadi bagian dari pembinaan generasi muda dan masyarakat di lingkungan LDII.
“Pesan dari Malam Wungon ini sejalan dengan pembinaan yang dijalani LDII. Kisah perjuangan Kyai Makmur mengingatkan kami pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan berbangsa,” kata Agus.
Agus mengatakan LDII Pemalang akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Menurut dia, kolaborasi diperlukan untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong kegiatan sosial dan kebangsaan di tingkat daerah.
“LDII Pemalang siap ikut berkontribusi dalam kegiatan yang memperkuat persatuan masyarakat. Kami juga ingin nilai perjuangan para pendahulu diteruskan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. .













