Jakarta (24/10). Jajaran pengurus DPW LDII Provinsi DKI Jakarta silaturahim dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI Jakarta di Graha Mental Spiritual, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pertemuan pada Kamis (22/10/2026) membahas kerja sama pembinaan karakter generasi muda dan kerukunan antarumat beragama di ibu kota.
Kehadiran mereka disambut Ketua FKUB DKI Jakarta KH Yusuf Aman. Ia mengapresiasi keterbukaan LDII untuk berkolaborasi, “Sinergi bersama berbagai elemen kemasyarakatan sangat krusial dalam menciptakan iklim kota yang damai dan harmonis, terlebih jelang perayaan lima abad Kota Jakarta,” paparnya.
Pada pertemuan itu, LDII mengusulkan pembudayaan toleransi dan menjaga kerukunan masuk ke sekolah-sekolah dan penguatan kapasitas pemuda lintas agama, salah satunya melalui program Sekolah Kader Muda Kerukunan (SAPDA). Sekolah kader itu diharapkan dapat merangkul lebih banyak perwakilan ormas keagamaan.
“Kami bangga dan terbuka bekerja sama dengan siapa pun demi gerakan positif yang mengedepankan persatuan serta memberikan nilai tambah bagi warga Jakarta. Harapan kami, langkah ini melahirkan inovasi baru dan pemahaman bersama mengenai arti penting menjaga kerukunan umat beragama,” ungkap perwakilan pimpinan FKUB DKI Jakarta.
Apresiasi senada datang dari pengurus FKUB DKI Jakarta yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, KH Robi Fadil Muhammad. Ia menilai LDII memiliki banyak sisi positif dalam pembinaan umat yang patut dicontoh.
Ia menjelaskan bahwa konsistensi LDII terhadap isu kepemudaan perlu didukung secara kolaboratif agar dampaknya semakin luas dirasakan oleh masyarakat luas.
“Program seperti Go to School bisa kita buat lebih masif melalui kerja sama antara FKUB dan LDII. Mudah-mudahan silaturahim ini terus berjalan sehingga kita bisa merawat ukhuwah islamiah secara internal, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan warga Jakarta secara eksternal,” pungkasnya.

Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Imam Bashori menyatakan kunjungan ini merupakan langkah menjalin sinergi dengan FKUB, khususnya dalam menghadapi tantangan era bonus demografi. Menurutnya, bimbingan dan peran aktif kaum muda menjadi fokus vital bagi masa depan bangsa.
“Generasi muda sejak dulu, mulai era Rasulullah SAW hingga kini, senantiasa menjadi tumpuan harapan. Karena itu, kami ingin berkolaborasi bersama FKUB untuk mengarahkan pemuda agar mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan di Jakarta maupun nasional,” ujar Imam Bashori.
Sebagai wujud kontribusi riil, LDII terus menanamkan dan mempraktikkan program 29 Karakter Luhur secara berkesinambungan sejak usia dini hingga dewasa demi memperkokoh ketahanan moral dan spiritual masyarakat.














