Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Mencegah Api, Menyelamatkan Kehidupan

2026/08/31
in Opini
0
Ilustrasi Kebakaran Hutan. Foto: istock

Ilustrasi Kebakaran Hutan. Foto: istock

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Atus Syahbudin*

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur beberapa waktu lalu berakibat pada penutupan sejumlah akses wisata. Demikian pula kebakaran hutan di luar Jawa semakin meluas. Sebagian diduga dengan modus disengaja. Dampak kebakaran sering dihitung dari berapa hektare lahan yang terbakar. Bagi sebagian perusahaan, cara ini terhitung relatif murah guna persiapan lahan tanam.

Padahal, kerusakan sesungguhnya jauh lebih besar. Ketika api melahap hutan, yang terbakar bukan sekadar pepohonan, melainkan biodiversitas dan jasa ekosistem yang selama ini diam-diam menopang kehidupan manusia. Hal ini tidak pernah dihitung secara lengkap dalam angka rupiah. Hutan menjadi rumah bagi berbagai mikroorganisme, flora dan fauna serta plasma nutfah lainnya. Saat api membakar, habitat pun mulai rusak, sumber pakan menghilang, rantai makanan terganggu, dan sebagian spesies berisiko mati.

Di luar Jawa, hutan merupakan ruang hidup masyarakat untuk bermain, belajar, mencari pangan dan obat, menjalankan ritual, serta mewariskan pengetahuan dan budaya antargenerasi. Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya biodiversitas dan jasa ekosistem, tetapi juga identitas, tradisi, dan memori kolektif masyarakat.

Hutan juga mengatur tata air, menyimpan karbon, mengendalikan erosi, menjaga kesuburan tanah, menyediakan bahan pangan dan obat-obatan, sekaligus mengatur iklim mikro. Ketika terbakar, maka kemampuan lanskap menyerap dan menyimpan air ikut menurun. Risiko akan datangnya banjir, kekeringan, erosi, dan bencana ekologis pun meningkat.

Karena itu, pemulihan hutan pascakebakaran tidak boleh sekadar menanam sebanyak-banyaknya pohon. Kita perlu menanam pohon yang tepat di tempat yang tepat. Salah satu pendekatannya adalah memperbanyak jenis tumbuhan asli yang memiliki ketahanan relatif lebih tinggi terhadap panas atau mampu bertahan dan tumbuh kembali setelah gangguan api.

Pengalaman di Kalimantan menunjukkan jenis seperti geronggang (Cratoxylum arborescens) dan tumih (Combretocarpus rotundatus) diperkirakan berpotensi sebagai regenerasi alami pada hutan rawa gambut terdegradasi akibat kebakaran. Penelitian terbaru di Kalimantan Tengah juga menunjukkan bahwa setelah kebakaran dengan tingkat keparahan sedang hingga tinggi, jenis-jenis pionir yang lebih toleran terhadap kebakaran, termasuk Cratoxylum Glaucum dan Combretocarpus Rotundatus, cenderung mendominasi regenerasi.

Saatnya kini untuk menemukenali jenis-jenis pohon berfungsi serupa di hutan-hutan pegunungan Jawa yang masih tersisa.

Pendekatan ini tidak berarti mengganti hutan alami dengan “hutan tahan api”. Hal ini mengingat tidak ada satu jenis pohonpun yang dapat dijadikan tameng terhadap kebakaran besar. Bahkan jenis pohon rawa gambut yang tampak bertahan dari kebakaran pada lanskap utuh sebenarnya lebih banyak terlindungi oleh kondisi tanah yang tetap basah daripada karena pohonnya kebal api. Untuk itu, rewetting atau pemulihan tata air gambut tetap menjadi kunci.

Salah satu strateginya adalah berupa hutan campuran yang mempertahankan regenerasi alami, memperkaya jenis asli, memilih flora yang mampu tumbuh kembali setelah gangguan, membangun sekat bakar vegetatif, serta menjaga kelembapan tanah. Pada kasus lahan gambut bekas kebakaran di Sumatera Selatan, misalnya, ramin, punak, tembesu, dan pulai menunjukkan tingkat hidup tinggi dalam percobaan revegetasi.

Dengan demikian, rehabilitasi hutan bukan hanya mengembalikan warna hijau. Kita sedang mengembalikan rumah bagi biodiversitas sekaligus memulihkan jasa ekosistem, identitas, tradisi, dan memori kolektif masyarakat. Api dapat padam dalam hitungan hari, namun membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk pulih kembali. Mari kita senantiasa waspada di musim kemarau ini dengan mencegah hutan terbakar, menyiapkan vegetasi guna pengayaan jenis, dan menjaga lanskap tetap basah sebagai investasi untuk memastikan masa depan kita tidak ikut terbakar.

Pada akhirnya, menjaga hutan dari api dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah sesuka hati, terlebih saat musim kemarau. Sebab, api yang tampak kecil dapat menghanguskan kehidupan yang nilainya jauh lebih besar. Merawat hutan berarti menjaga biodiversitas, jasa ekosistem, budaya, dan masa depan. Dari kesadaran sederhana itulah, ikhtiar menjaga bumi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama—agar hutan tetap menjadi ruang kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

*)Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. (Kadep LISDAL DPP LDII, Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Dosen Prodi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) Fakultas Biologi UGM)

Tags: HutanMencegah ApiMenyelamatkan Kehidupan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Mental Pemenang
  • Mijo on Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
  • H. Warsito on LDII Lamasi Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara HUT ke-81 RI
  • H. Warsito on Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI
  • H. Warsito on LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota

Ratusan Warga LDII Semarang Meriahkan Tarawih Keliling di Rumah Dinas Wali Kota

March 17, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

LDII dan Diskominfotik Bengkulu Tandatangani PKS Penguatan Literasi Digital

3
Mental Pemenang

Mental Pemenang

1
Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Ketua DPP LDII Imbau Waspadai Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

1
Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

Pondok Pesantren Minhajusshobirin Gelar Upacara Peringati HUT ke-81 RI

1
LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth

September 8, 2026
Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII

September 8, 2026
Mental Pemenang

Mental Pemenang

September 7, 2026
Peringati HUT RI, Ponpes Al Ubaidah Gelar Jalan Sehat, Atraksi Pencak Silat dan Bazar UMKM

Peringati HUT RI, Ponpes Al Ubaidah Gelar Jalan Sehat, Atraksi Pencak Silat dan Bazar UMKM

September 7, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Perkuat Literasi dan Jurnalistik bagi Generasi Muda Hadapi Era Post Truth September 8, 2026
  • Cetak Generasi Melek Digital, LDII Muntilan Kunjungi DPP LDII September 8, 2026
  • Mental Pemenang September 7, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.