Bontang (5/9). DPD LDII Bontang menggelar pengajian umum khusus bagi para ibu dan remaja putri. Pengajian tersebut mengusung tema pembinaan, perawatan, dan pengembangan kegiatan para ibu di lingkungan LDII. Kegiatan itu menjadi wadah penguatan pembinaan umat dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Bontang.
Ustadzah Umay yang menjadi pemateri mengatakan, acara tersebut menambah ilmu dan pemahaman, sekaligus meningkatkan amal saleh para peserta.
Ia melanjutkan, salah satu indikator utama seorang perempuan menjadi istri salehah di era modern adalah memiliki pemahaman yang baik, mengenai halal dan haram. Pemahaman tersebut menjadi landasan seorang muslimah beristiqamah dalam menjaga diri, keluarga, dan lingkungan pergaulan di tengah berbagai tantangan kehidupan modern. “Para ibu perlu membangun kebiasaan positif dan menyusun sistem monitoring yang efektif agar kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Ia menekankan sejumlah kebiasaan positif yang perlu terus dipelihara, di antaranya gemar mengaji, senang mendengarkan nasihat, serta mampu menjaga pergaulan.
Lebih lanjut, Umay juga mengajak para ibu membangun support system dalam keluarga, khususnya antara suami dan istri. Menurutnya, hubungan yang saling mendukung akan membantu keduanya dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. “Pahami kembali tujuan awal pernikahan, yaitu menyempurnakan ibadah dan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pasutri memahami hak dan kewajiban akan peran masing-masing mengutip Al Quran Surat Ar-Rum ayat 21. Umay mengaku bersyukur, bangga, sekaligus terharu melihat antusiasme dan dinamika para peserta selama kegiatan berlangsung. “Saya sangat bersyukur, bangga, sekaligus terharu bisa bertatap muka secara langsung dengan ibu-ibu dan generus putri Bontang yang luar biasa antusias mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Umay juga berpesan kepada para peserta untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian diri. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kesucian merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang baik dan sesuai dengan tuntunan agama.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami kedudukan perempuan dalam menjaga kehormatan diri. “Pahami diri kita sebagai perempuan, bahwa mengenakan pakaian secara syar’i merupakan suatu kewajiban, bukan sekadar sunah,” pesannya.
Melalui pengajian tersebut, diharapkan para ibu dan generus putri LDII Bontang semakin memahami pentingnya meningkatkan keilmuan, kefahaman, dan amaliah. Selain itu, mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.













