Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia

2026/06/10
in Opini
0
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Rangga Radityaputra

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan sosial yang tersebar luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani penanggulangan narkoba, lebih dari 300 juta orang di dunia menggunakan narkoba (UNODC, 2025).

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (Halodoc, n.d.). Berdasarkan definisi tersebut, zat legal seperti alkohol dan nikotin (rokok) juga termasuk, karena keduanya dapat menyebabkan ketergantungan. Secara global, terdapat sekitar 1.200 jenis zat psikoaktif baru (new psychoactive substances). Beberapa zat yang sering disalahgunakan di Indonesia, antara lain kokain, ganja, ekstasi, heroin, dan metamfetamin.

Menurut Halodoc (n.d.), dampak penggunaan narkoba meliputi: (1) kerusakan organ tubuh; (2) gangguan psikologis atau mental; (3) gangguan perilaku; (4) permasalahan sosial dan keuangan; (5) permasalahan hukum; dan (6) kematian.

Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah dengan memperhatikan faktor risiko dan faktor pelindung pada anak dan remaja. Beberapa faktor risiko meliputi: (1) kemiskinan; (2) pengalaman trauma (luka psikologis); (3) kesulitan belajar di sekolah; dan (4) pengaruh teman sebaya. Sementara itu, faktor pelindung meliputi: (1) kedekatan dan kelekatan emosional yang kuat dalam keluarga; (2) keterampilan hidup; dan (3) lingkungan sekolah yang sehat.

Selain itu, salah satu faktor pelindung yang sangat penting adalah peran keluarga. Peningkatan peran keluarga bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak dan remaja secara sehat, tidak hanya berfokus pada pelarangan penggunaan narkoba semata (UNODC, 2018).

Menurut penelitian, pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba memerlukan pendekatan multimodal, yaitu pendekatan yang menggunakan berbagai cara dan tidak hanya bergantung pada satu metode saja. Salah satu pendekatan tersebut adalah meningkatkan peran keluarga (ayah, ibu, atau pengasuh) dengan menciptakan tumbuh kembang anak secara sehat. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara (UNODC, 2018), yaitu menumbuhkan rasa kasih sayang di dalam keluarga (nurturing), menerapkan disiplin positif (dengan membangun struktur dan aturan dalam keluarga tanpa menggunakan kekerasan verbal maupun fisik), serta meningkatkan kedekatan emosional antara anak dan ibu, anak dan ayah, maupun anak dengan pengasuh (pada kondisi anak tidak diasuh langsung oleh orang tua kandung atau anggota keluarga).

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

(1) meluangkan waktu bersama anak, seperti bermain, berbincang, atau melakukan aktivitas bersama;

(2) memberikan apresiasi ketika anak menunjukkan perilaku positif atau melakukan suatu usaha;

(3) mendengarkan anak tanpa menghakimi, terutama ketika anak menyampaikan pengalaman yang bersifat negatif;

(4) meningkatkan empati pengasuh dengan mengenali kebutuhan emosional anak, khususnya ketika anak merasa tidak nyaman atau sedih, dengan berfokus pada perasaan anak dan memberikan dukungan tanpa langsung memberikan nasihat sebelum anak siap atau memintanya;

(5) menetapkan aturan yang jelas dan konsisten di rumah, seperti terkait penggunaan gawai, waktu tidur, dan tanggung jawab dalam keluarga;

(6) menjelaskan alasan di balik setiap aturan agar anak dapat memahaminya;

(7) memberikan konsekuensi yang bersifat mendidik dan tidak menyakiti (tanpa bentakan, hinaan, pukulan, atau teriakan) ketika anak belum mampu menaati aturan, misalnya dengan tidak mengizinkan anak melanjutkan aktivitas bermain sebelum merapikan mainannya, serta menyampaikan arahan dengan tegas namun tetap tenang;

(8) menjadi teladan yang baik, karena anak dan remaja belajar melalui “meniru” (misalnya dalam mengelola emosi dan berperilaku);

(9) memberikan apresiasi terhadap perilaku yang sudah baik, serta tidak hanya berfokus pada kesalahan ketika anak belum mampu memenuhi aturan atau struktur dalam keluarga;

(10) menunjukkan kasih sayang secara langsung, seperti melalui pelukan atau pujian terhadap usaha anak;

(11) membangun rutinitas keluarga dan aktif terlibat dalam kehidupan anak, seperti meluangkan waktu bersama di akhir pekan, mengenal teman dan aktivitas anak, serta berupaya hadir dalam kegiatan yang dianggap penting oleh anak, sehingga anak merasakan kepedulian yang tulus dari orang tua atau pengasuh terhadap “dunianya”.

Dengan menciptakan tumbuh kembang anak yang sehat, anak dan remaja diharapkan akan: (1) lebih mampu mengelola emosi, perasaan, dan regulasi diri; serta (2) memiliki risiko yang lebih rendah terhadap berbagai permasalahan perilaku di masa mendatang, termasuk penyalahgunaan narkoba (UNODC, 2018).

Tabel berikut adalah panduan mengenai pendekatan yang efektif dan kurang efektif dalam mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkoba (UNODC, 2018):

Tabel 1. Pendekatan efektif dan kurang efektif:

*(Ringkasan tabel menggunakan Microsoft Co-Pilot)

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengurangi penggunaan pendekatan yang kurang efektif dan memperbanyak pendekatan yang memiliki peluang lebih besar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Selain ikhtiar melalui berbagai upaya yang lebih efektif, kita juga perlu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar keluarga senantiasa mendapatkan perlindungan dari dampak negatif narkoba.

Salah satu doa yang dapat diamalkan, misalnya:

“Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dhurriyyaatinaa qurrata a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” (QS. Al-Furqan: 74), serta doa-doa kebaikan lainnya.

*Daftar Pustaka

Al-Quranul Karim. (n.d.).

https://www.halodoc.com/artikel/narkoba-singkatan-dari-apa-arti-dan-penjelasan-lengkap

United Nations Office on Drugs and Crime. (2025). *World drug report 2025*. https://www.unodc.org/unodc/en/data-and-analysis/world-drug-report-2025.html

United Nations Office on Drugs and Crime, & World Health Organization. (2018). *International standards on drug use prevention (2nd updated ed.)*.

https://www.unodc.org/documents/prevention/UNODC-WHO_2018_prevention_standards_E.pdf

Tags: Penanggulangan NarkobapencegahanPeran Keluarga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Tarmuji on LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi
  • Mijo on LDII Kota Banjarmasin Gelar CAI 2026 untuk Penguatan Karakter Pemuda
  • H. Warsito on Masjid Al Fatah Naungan LDII Lampung Timur Terima Kartu ID Masjid dari KUA Sekampung
  • H. Warsito on Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih
  • H. Warsito on CAI 2026 Bekali Generasi Muda LDII Depok dengan Karakter Luhur dan Jiwa Kepemimpinan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

July 30, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

Berdayakan Toleransi Beragama, LDII Jakarta Kunjungi Pimpinan Ponpes Al Itqon

July 28, 2026
Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

Bumi Terancam Godzilla El Nino, DPP LDII Minta Sejarah Kurang Pangan Tidak Terulang

July 29, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

10
Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

Umi Fathanah Warga LDII yang Dedikasikan Riset Teknologi Membran untuk Solusi Air Bersih

5
Bangga Sujud

Bangga Sujud

2
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

2
LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan

LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan

August 1, 2026
LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi

LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi

August 1, 2026
Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani

Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani

August 1, 2026
Tim Rukyatul Hilal LDII Observasi Awal Safar dengan Pendekatan Astronomi

Tim Rukyatul Hilal LDII Observasi Awal Safar dengan Pendekatan Astronomi

August 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Bataguh Kapuas Panen Padi dengan Intensifikasi Tani Dukung Ketahanan Pangan August 1, 2026
  • LDII Kota Bontang Gelar Diskusi Penguatan Medsos, Tingkatkan Kualitas Publikasi August 1, 2026
  • Munaqosah Generus LDII Karaton Jadi Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani August 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.