Merak (22/5). DPW LDII Provinsi Banten turut mengamati hilal untuk penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Bersama DPD LDII Kota Cilegon dan Tim Rukyatul Hilal Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, pengamatan hilal dilakukan di kawasan Cikuasa, Merak, Kota Cilegon, Minggu sore (17/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran DPP LDII Nomor E-256/DPP LDII/V/2026 tentang pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai daerah di Indonesia.
Koordinator Rukyatul Hilal DPW LDII Banten, Hanif Abdul Rahmanto, mengatakan keterlibatan LDII dalam rukyatul hilal merupakan bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung kepastian ibadah umat Islam berbasis syariat dan ilmu astronomi.
“Kehadiran kami di Cikuasa ini adalah bentuk kepatuhan terhadap instruksi DPP LDII sekaligus wujud kolaborasi antara Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Banten, DPD LDII Kota Cilegon, dan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dalam menentukan awal bulan qamariyah yang sah,” ujar Hanif.
Dalam pelaksanaan rukyat, tim menggunakan data hisab astronomis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan pengamatan di lapangan. Berdasarkan data tersebut, posisi hilal di wilayah Kota Cilegon dinilai memenuhi parameter yang cukup signifikan.
“Konjungsi matahari terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 03.05 WIB. Untuk wilayah Kota Cilegon, matahari terbenam pukul 17.10.50 WIB dan bulan terbenam pada 17.33.59 WIB,” jelas Hanif.
Sementara itu, anggota Tim Rukyatul Hilal Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Aji Prasetyo, mengungkapkan hasil hisab menunjukkan tinggi hilal di Kota Cilegon mencapai 4,25 derajat dengan elongasi 9,79 derajat.

“Secara teoritis, posisi hilal di Kota Cilegon kali ini sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” kata Aji.
Ia menambahkan, posisi bulan berada di sebelah utara atas matahari dengan Fraction of Illumination (FI) bulan sebesar 0,65 persen, sehingga secara astronomis peluang terlihatnya hilal cukup terbuka.
Hasil pemantauan hilal tersebut nantinya akan dilaporkan secara berjenjang melalui sistem organisasi LDII hingga tingkat pusat. Selanjutnya, laporan tersebut akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Melalui partisipasi aktif dalam rukyatul hilal, DPW LDII Banten berharap dapat terus berkontribusi menjaga persatuan umat dan menghadirkan kepastian ibadah berbasis sains astronomi serta syariat Islam.












