Semarang (20/7). DPD LDII Kabupaten Semarang menggelar Festival Anak Sholih (FAS) 2026 di Masjid Baitul Makmur, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu, (19/7/2026). Kegiatan bertema “Melalui Festival Generasi Penerus, Kita Wujudkan Karakter Luhur Bangsa” itu dibuka Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah.
Kegiatan itu diikuti anak-anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang. Festival menjadi bagian dari program pembinaan generasi penerus, yang dikembangkan LDII melalui pendidikan agama, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi anak.
Dalam sambutannya, Nur Arifah mengapresiasi konsistensi LDII dalam menyelenggarakan pembinaan bagi generasi muda melalui kegiatan yang memadukan pendidikan, kompetisi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. “Festival Anak Sholih tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana menanamkan ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadis sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menilai pembentukan karakter perlu mendapat perhatian di tengah perkembangan teknologi digital, yang membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi anak-anak, “Anak-anak perlu dibekali ilmu pengetahuan sekaligus akhlak yang baik agar mampu menghadapi perubahan zaman. Pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik, agar lahir generasi yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Nur Arifah.
Nur Arifah juga mengapresiasi program pembinaan 29 Karakter Luhur yang selama ini diterapkan LDII. “Nilai-nilai seperti jujur, amanah, tanggung jawab, kerja keras, mandiri, rukun, kompak, serta hormat kepada orangtua dan guru menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang berkualitas,” tandas Nur Arifah.
Ia mengajak seluruh orang tua dan pendidik memperkuat kolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak. “Pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Keluarga, sekolah, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat perlu saling mendukung agar anak memperoleh teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Semarang, Agus Azis, menjelaskan Festival Anak Sholih merupakan puncak rangkaian Festival Generasi Penerus 2026 yang telah dimulai sehari sebelumnya melalui kegiatan Annisa Fest, Gathering Women, dan Keakraban Usia Mandiri (Usman). “Pada pelaksanaan FAS tahun ini, panitia menyelenggarakan 14 cabang perlombaan yang diikuti peserta dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar,” katanya.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta sekaligus memperkuat pembinaan karakter sejak usia dini. “Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan potensi, membangun rasa percaya diri, dan membiasakan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan generasi menjadi investasi jangka panjang yang terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Agus Azis.
Selain perlombaan, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, area swafoto, dan pembagian doorprize bagi pengunjung. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi warga,” tambah Agus.
Ia menambahkan, LDII terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badko LPQ, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program pembinaan. “Kolaborasi menjadi kunci agar program yang dijalankan memberi manfaat lebih luas. Kami ingin terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Pembukaan Festival Anak Sholih 2026 dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Badan Kesbangpol, Camat Ungaran Barat, Ketua FKUB, Lurah Langensari, unsur TNI-Polri, pengurus LDII, serta ratusan peserta dan warga.

