Banyuwangi (18/8). Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi mengapresiasi Siswandi (49), pemilik Fajar Barbershop. Ia konsisten memotong rambut tanpa biaya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Penghargaan tersebut diserahkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo, di halaman kantor Dinsos PPKB Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu (12/8/2026).
Siswandi telah menjalankan kegiatan sosial tersebut sejak pertengahan 2024. Layanan yang diberikan tidak hanya menyasar terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tetapi juga kepada para lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga anak-anak yatim.
Puguh menilai Siswandi turut membantu pemerintah dalam melayani masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, “Pak Siswandi secara sukarela membantu Dinsos untuk mencukur ODGJ. Ini kami apresiasi dan kami berikan penghargaan sebagai bagian dari kepedulian dan mitra kami,” ujar Puguh.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Karena itu, Dinsos PPKB Banyuwangi terbuka terhadap berbagai bentuk dukungan dan kolaborasi dari masyarakat.
“Kami sangat terbuka untuk bantuan apapun yang bisa mendukung orang yang membutuhkan. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Karena kita tidak bisa sendiri untuk membantu warga ini, perlu kebersamaan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Siswandi mengatakan, potong rambut gratis tersebut berawal dari rasa empati dan keinginan untuk berbagi melalui keahlian yang dimilikinya. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, ia terus berkoordinasi dengan Dinsos PPKB Banyuwangi. Dalam sebulan, rata-rata terdapat sekitar 15 kali layanan potong rambut gratis yang dilakukannya, baik di Shelter Pemerlu Atensi Sosial (PAS) maupun panti asuhan.
“Mulai nyukur gratis itu pertengahan 2024 sampai sekarang tetap konsisten. Meski ada pergantian kepala dinas, kami terus berkolaborasi dengan Dinsos,” ungkap warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, tersebut.
Bagi Siswandi, berbagi melalui keterampilan yang dimiliki merupakan cara sederhana untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Ia berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan sosial tersebut selama masih diberikan kesehatan.
“Saya akan terus berbuat kebaikan selagi diberi kesehatan sampai akhir hayat. Memanfaatkan sisa-sisa umur untuk hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Semangat berbagi tersebut juga ditularkan kepada kedua anaknya, Fajar Alfiyan Fauzani (24) dan Zaki Sofan Khafiludin (19). Keduanya kerap diajak Siswandi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan bakti sosial. Menurut Siswandi, melibatkan anak-anak dalam kegiatan sosial penting untuk membiasakan mereka melakukan hal-hal positif dan memberikan manfaat bagi sesama.
Kepedulian Siswandi juga tidak terbatas pada kegiatan yang dilakukan bersama Dinsos. Ketika melihat ODGJ atau orang terlantar melintas di sekitar rumahnya yang pernah viral tetrkait palang puntu perlintasan kereta api tak bertuan itu, ia terkadang berusaha mengajak mereka untuk mendapatkan layanan potong rambut, “Saya juga terbuka untuk layanan sosial selagi saya masih bisa. Kadang ada ODGJ atau orang terlantar yang lewat depan rumah, saya rayu supaya mau saya cukur,” katanya.
Atas konsistensinya, Siswandi menerima sertifikat apresiasi dari Dinsos PPKB Banyuwangi. Namun, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan utama dari kegiatan sosial yang dilakukannya, “Setelah mendapat sertifikat dari Dinsos, itu menjadi penyemangat untuk terus berbuat baik. Sertifikat itu bukan target saya, hanya bonus,” pungkasnya.














