Kudus (23/5). Kejuaraan cabang olahraga pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kudus 2026 resmi berakhir pada Selasa (12/5/2026). Kompetisi yang berlangsung di GOR Bung Karno Kudus, Jawa Tengah itu, diikuti ratusan atlet pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan pencak silat se-Kabupaten Kudus.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet Persinas ASAD yang juga warga LDII Kudus berhasil mencatat prestasi menonjol, dengan memborong medali di berbagai kelas pertandingan. Kontingen Persinas ASAD Kudus menurunkan 10 atlet dan seluruhnya berhasil membawa pulang medali.
Dari total raihan tersebut, tujuh atlet meraih medali emas, satu atlet memperoleh medali perak, dan dua atlet lainnya menyabet medali perunggu. Capaian itu menempatkan Persinas ASAD Kudus sebagai salah satu perguruan dengan perolehan medali terbanyak dalam ajang POPDA tahun ini.
Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus, Muhammad Asad, turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para atlet Persinas ASAD Kudus. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pembinaan generasi muda melalui olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan pembinaan akhlak.
Ia menilai pencak silat tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas para atlet muda, “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar LDII Kudus. Anak-anak tidak hanya dibina untuk berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga dibentuk karakter dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Asad.
Ia menyebut hasil yang diperoleh tidak lepas dari proses latihan rutin, pembinaan disiplin, dan pendampingan pelatih selama persiapan menuju POPDA. “Anak-anak berlatih cukup intens selama beberapa bulan terakhir. Hasil ini menjadi buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan orang tua,” ujarnya.
Tujuh medali emas dipersembahkan oleh M. Abdul Dohir Kayyis, Al Ham Fardan, Sakti Satria Lubis, Septian Ramadhan, M. Rizqy Nashrulloh, M. Ja’far Husein, dan Baim Arkananta. Sementara medali perak diraih Dezka Aditya Rianto. Adapun dua medali perunggu disumbangkan Fighter Reyfal Sandi dan Naufal Khalish Pratama.
Para atlet tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final dengan memperlihatkan teknik bertanding dan mental kompetisi yang kuat, “Kami berharap para atlet tetap rendah hati, terus meningkatkan kemampuan, dan menjaga disiplin latihan agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.











