Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menempa Santri Sebagai Nakhoda Bangsa Masa Depan

2022/10/21
in Opini
1
Ilustrasi Foto: LINES.

Ilustrasi Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Noni Mudjiani

Mengapa harus santri untuk menitipkan asa mengenai impian Indonesia yang gilang-gemilang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, memori kolekif bangsa Indonesia harus ditarik hingga dua abad lampau. Usai Perang Jawa (1825-1830), para pengikut Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan klandestin dengan membangun karakter generasi muda melalui pengajian-pengajian. Mereka membuka sanggar, langgar, musholla, majelis-majelis taklim dan pondok-pondok pesantren, untuk menyemai jiwa nasionalisme untuk melawan penjajah.

Para santri yang memperoleh pendidikan agama yang kuat tersebut, menjadi intelektual sekaligus menjadi aktivis pergerakan pada awal abad 20. Diantara mereka terdapat nama yang menonjol seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Haji Misbach, KH Wahid Hasyim, dan lain-lain. Karakter yang khas dari mereka adalah, mereka memiliki pemahaman agama yang kuat, sekaligus memiliki wawasan yang luas sehingga peka dengan kondisi zaman saat itu. Mereka adalah prototipe santri intelektual pada masa pergerakan nasional.

Pada pertempuran Surabaya, ketika republik ini baru seumur jagung, KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad. Ijtihad salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya melawan pendudukan pasukan Inggris dan Belanda. Artinya, para santri telah menggoreskan tinta emas dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Mengenang jasa para santri yang berperan aktif membangun pondasi bangsa, sejak tahun 2015, Presiden Joko Widodo menjadikan 22 Oktober sebagai Hari Santri. LDII menyambut baik dan mendukung inisiatif pemerintah tersebut. Bahkan, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, peringatan Hari Santri adalah momentum pemberdayaan santri dan pondok pesantren.

Tantangan dan zaman yang berubah, membuat pesantren juga berbenah. Para santri tidak hanya rutin belajar ilmu agama, mereka dibekali pula dengan pengetahuan umum dan literasi teknologi digital. Dengan adanya UU No. 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren, berandil meningkatkan status santri dan pondok pesantren itu sendiri.

Santri menjadi harapan masa depan, karena mereka memiliki kecerdasan yang lengkap, berupa kognitif dan afektif dengan daya ingat yang kuat. Dengan kemampuan itu, para santri mampu menghafalkan dan mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari. Sementara itu, nilai-nilai kesalehan sosial dan kemandirian para santri yang terbentuk selama di pesantren, menjadikan mereka mampu mengelola emosi dan menyelesaikan masalah. Karakter itulah yang disebut sebagai profesional religius.

Tema Hari Santri yang diangkat Kementerian Agama adalah ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’. Mengutip ucapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, santri masa depan adalah mereka yang mampu berkiprah di segala bidang.

Harapan Menteri Agama tersebut, selaras dengan program LDII untuk membangun generasi muda yang profesional religius. Bahkan di kalangan warga LDII, tumbuh slogan slogan ‘Jadilah Mubaligh yang Sarjana atau Sarjana yang Mubaligh’. Artinya, para juru dakwah LDII bukan hanya piawai dalam menyampaikan ajaran agama, namun mereka juga memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai profesional.

Untuk keperluan tersebut, LDII memfasilitasi antara lain sekolah umum dan sekolah-sekolah umum boarding berbasis pesantren. Tidak hanya itu LDII juga terus mengembangkan Pondok Pesantren, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) untuk memudahkan para santri belajar ilmu agama. Dengan demikian, pada akhir masa belajarnya, mereka bisa menjadi muballigh-muballighot sekaligus menjadi sarjana.

Generasi muda yang memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni, sekaligus profesional sesuai disiplin ilmu dan pengetahuannya, merupakan harapan bangsa. Merekalah yang layak menjadi nakhoda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pribadi yang dekat dengan Tuhannya, sekaligus pribadi yang dekat dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

*) Noni Mudjiani, S.Kom
Redaktur Pelaksana ldii.or.id sekaligus anggota Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media DPP LDII.

Comments 1

  1. Ihwanul Fadjri says:
    2 years ago

    Bismillah, Semoga ada program semua warga LDII GRATIS biaya pendidikan sampai S2. Aamiiin.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

2
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
2 Bus KBIHU Alami Kecelakaan, Ini Kronologinya

2 Bus KBIHU Alami Kecelakaan, Ini Kronologinya

April 30, 2026
Asuransi Jemaah Haji Diperluas, Risiko Gangguan Panas Ditanggung Saat Masa Puncak

Asuransi Jemaah Haji Diperluas, Risiko Gangguan Panas Ditanggung Saat Masa Puncak

April 30, 2026
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • 2 Bus KBIHU Alami Kecelakaan, Ini Kronologinya April 30, 2026
  • Asuransi Jemaah Haji Diperluas, Risiko Gangguan Panas Ditanggung Saat Masa Puncak April 30, 2026
  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.