Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai Kehidupan (9): Menghilangkan Benci

2009/05/27
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Walaa tahaasaduu, walaa tabaghodhuu, walaa tadaabaruu wakuunuu ‘ibadalloohi ikhwaanan – janganlah kalian saling dengki, jangan saling marah, dan jangan saling benci – jadilah hamba – hamba Allah yang bersaudara. (Rowahu Bukhory Fii Kitaabul Adab dari Abu Huroiroh).

Dengki, marah dan benci adalah bersaudara. Setali tiga uang. Tiga sekawan, dimana antara satu dan lainnya saling terkait dan terhubung. Tak terpisahkan. Kadang marah bisa menjadi sebab benci. Tapi dari benci bisa juga muncul kemarahan. Dari benci bisa timbal iri. Dan sebaliknya dari iri menelorkan benci. Karena iri bisa jadi penyebab marah, atau marah karena dengki. Dan mereka adalah produk hati. Ketiganya merupakan penyakit yang bersarang dan beranak – pinak di hati. Ada factor kesulitan yang tinggi untuk memilah – milah dan memisahkan menjadi satu wujud yang mandiri – berdiri sendiri. Sebab pada kenyataannya memang saling terkait dan akar – akarnya berdempet – dempet kusut di dalamnya.

Salah seorang murid Nasrudin yang terkenal cerdas dan pintar di sekolah, mengajukan sebuah pertanyaan.
“Manakah keberhasilan yang paling besar; orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?” tanya muridnya.
“Nampaknya, ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya,” kata Nasrudin menimpali.  
“Apa itu?” kata muridnya ingin tahu.
“Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya”,  tutur Nasrudin dengan bijaknya.

Serupa dengan cerita di atas, untuk menyingkirkan ketiga penyakit dari hati bisa dilakukan ketika kita sadar apa yang sedang terjadi. Apakah yang muncul ke permukaan itu marah? Apakah itu benci? Atau sebenarnya hanya dengki? Ketika kita sadar dengan apa yang terjadi pada diri kita, baru kita akan tahu apa yang mesti dilakukan. Sebab semua sudah berada pada tempat dan kedudukan sebagaimana adanya. Kalau datang marah, maka kita hadapi dengan sabar. Munculnya kemarahan kita siram dengan api kesabaran. Jika marah itu sumbernya dari kebencian, maka bunuhlah dengan sikap memaafkan. Memaafkan adalah melepaskan. Memberi maaf akan menghilangkan kebencian. Sedangkan jika fenomena yang mengemuka itu adalah rasa dengki, maka habisilah dengan banyak memberi. Terutama memberi kepada orang yang kita benci.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imron 133 – 134).

Kembali pada kebencian, yang nota bene adalah masa lalu, maka tak ada jalan lain untuk melepaskannya kecuali dengan cara melupakan dan memaafkan.  Dengan memaafkan berarti melepas masa lalu. Membiarkannya pergi sebagaimana waktunya itu. Rela memaafkan berarti menaruh beban yang terbawa sepanjang waktu. Seperti cerita Nasrudin yang terjebur ke dalam kolam.
Suatu hari Nasrudin hampir terjatuh ke kolam. Tapi orang yang tidak dikenal berada di dekatnya, dan kemudian menolongnya pada saat yang tepat. Namun setelah itu, setiap kali bertemu Nasrudin orang itu selalu membicarakan peristiwa itu, dan membuat Nasrudin berterima kasih berulang-ulang.
 
Suatu hari, untuk yang kesekian kalinya, orang itu menyinggung peristiwa itu lagi. Nasrudin mengajaknya ke lokasi, dan kali ini Nasrudin langsung melompat ke air. “Kau lihat! Sekarang aku sudah benar-benar basah seperti yang seharusnya terjadi kalau engkau dulu tidak menolongku. Sudah, pergi sana!” kata Nasrudin menyudahi.
Kurang lebih seperti itulah memutus mata rantai kebencian dengan memaafkan. Bukan berarti persis seperti Nasrudin yang kecemplung kolam, tetapi terhentinya pengungkitan dan balas budi. Ketika kita tidak lagi mengingatnya, ketika kita telah benar – benar melupakan dan menaruhnya pada tempatnya. Putus, nggak nyambung lagi. Tinggal saat ini, kekinian, yang kita nikmati untuk kemudian merangkainya untuk menyongsong masa yang akan datang. Biarlah masa lalu hanya tercatat dalam history, tetapi tidak di hati.
 
Rabindranath Tagore – pujangga India – dalam The Heart of God pernah mengatakan : ‘when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love’ – ‘Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta’. Mungkin kedengarannya puitis, tetapi sebenarnya ini merupakan penjelasan dari Sabda Nabi SAW di atas, yaitu Jadilah hamba – hamba Allah yang bersaudara. Kenapa? Karena yang jauh adalah kejadian-kejadian di masa lalu, sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Melepaskan dan memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan. Jadilah hidup seperti bersaudara, dimana saja kita berada.
 
Mari, mulailah dari sekarang untuk banyak memaafkan. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja agar kebencian menjauh dan sang kehidupan menyatu dalam cinta -wakuunuu ‘ibadalloohi ikhwaanan.

Oleh : Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on LDII Sulsel: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni Tapi Pengabdian
  • Fauzi Achmadi on LDII Babat Kerahkan Warga Bersihkan Ruang Publik dan Sungai
  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur

September 2, 2026
LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif

September 2, 2026
LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas

September 2, 2026
LDII Magelang Perkuat Pembinaan Muslimah Lewat Pengajian Takmir Masjid

LDII Magelang Perkuat Pembinaan Muslimah Lewat Pengajian Takmir Masjid

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Pemalang Bekali 400 Pemuda dengan Karakter Luhur September 2, 2026
  • LDII Pemalang Kenalkan Sorgum Sebagai Pangan Alternatif September 2, 2026
  • LDII Magelang dan Polresta Perkuat Kolaborasi Jaga Kamtibmas September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.