Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Sosial

Legitimasi Etis Dalam Praktik Demokrasi

2013/11/23
in Sosial
0
prasetyo sunaryo
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

oleh Prasetyo Sunaryo

Legitimasi dalam praktik demokrasi banyak menghadapi penurunan nilai. Bagaimana tidak, banyak sekali pemberitaan negatif yang muncul dari produk demokrasi. Mulai dari kecurangan pemilu, ketidakpuasan hasil pemilu, hingga Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Agar nilai legitimasi tersebut dapat dinilai dan diukur, setidaknya ada dua syarat umum yang harus dipenuhi dalam praktik demokrasi. Pertama harus ada prosedur yang berbasis penalaran umum. Kedua, adanya dimensi etis dalam praktik demokrasi.

Persepsi Terhadap Demokrasi
Berbagai statement keraguan terhadap keberhasilan demokrasi kerap kali muncul, seperti enam persepsi berikut ini. Pertama adalah pernyataan Stephen Leahy (2013), climate inaction a clear failure of democracy. Stephen mengungkapkan bahwa masalah iklim yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kegagalan demokrasi. Apabila nilai demokrasi sudah berjalan baik maka sudah sepantasnya dapat memberdayakan warganya untuk mengatasi persoalan lingkungan.

Kedua, terjadinya disfunctional democracy, dimana berbagai kasus yang masih terjadi saat ini merupakan limbah perjalanan demokrasi.

Selanjutnya, coba saja kita tilik begitu besar produk demokrasi terjerumus dalam proses pengadilan. Menurut data yang dipaparkan oleh Tribunnews dari Karyono Wibowo, peneliti senior Indonesia Public Institue (IPI), hingga juli 2013 sebanyak 298 kepala daerah dari 524 kepala daerah telah tersangkut masalah korupsi. Lubang-lubang tersebut berarti telah menjadikan medan politik dan demokrasi menjadi “kuburan masal” bagi orang-orang saleh (Masdar Hilmy, November 2013).

Kemudian, kita juga meyaksikan masyarakat mengalamai kegalauan dan apatisme. Hal ini terjadi karena begitu senjangnya representasi publik dan artikulasi kepentingan publik. Kegalauan ini mencerminkan krisis demokrasi sedang berlangsung (Lambang Trijono, November 2013). Misalnya saja, coba kita lihat dari UU yang dilahirkan DPR ternyata banyak yang tidak sesuai dengan kepentingan publik.

Kelima, telah terjadi kesenjangan (discrepancy) antara harapan pemilih dan produk politik (J.E. Stiglitz, 2012). Terakhir, terjadinya inersia dan kinerja yang tidak memadai dari lembaga demokrasi secara terus menerus, dikhawatirkan bahwa demokrasi Indonesia sedang stagnan. Jika situasi ini berlarut cukup lama, apa yang dipertanyakan adalah bukan soal pelayanan umum, kebijakan yang adil, atau politik lebih akuntabel. Tapi nilai demokrasi itu sendiri (Abdul Malik Gismar, 2013).

Pengawasan Publik (Public Surveillence)

Agar legitimasi demokrasi semakin baik, maka perlu adanya public surveillance (pengawasan publik). Adapun bentuk pengawasan publik tersebut adalah legitimasi prosedural kuantitatif, legitimasi kualitas etis dan output dan outcome dari praktik demokrasi.

Legitimasi prosedural kuantitatif menjabarkan bagaimana publik harus mengawal proses lahirnya berbagai prosedur. Baik pada tingkatan UU maupun peraturan pelaksanaannya, sejauh mana asas-asas konsistensi dan koherensi terhadap peraturan perundangan lainnya dapat terjaga serta disertai azas kepatutan.

Contohnya saja, metoda dan “timing” penghitungan suara pada berbagai tingkatan. Sudahkan memenuhi azas kejujuran/keterbukaan/transparansi?

Paling sederhana, ternyata KPU tidak menyediakan data C1 hasil pemilu. Padahal, jika azas keterbukaan dan transparansi itu ada, maka sudah sepatutnya data-data surat suara tersebut terdokumentasikan dengan baik.

Kedua, legitimasi kualitatif etis. Dimana publik harus mengawasi tingkat kelayakan untuk menjadi seorang pejabat publik. Tidak hanya berdasarkan tujuan keterpilihan saja, tetapi juga harus ada syarat kompetensi yang harus dipenuhi.

Maka sudah sepatutnya kader partai politik memiliki nilai political credential. Dimana kader memiliki profesionalisme terkait bidang yang akan diatur plus catatan baik pada bidang tersebut. Maka selanjutnya standar moral adalah hal mutlak, sehingga seluruh proses panjang praktik demokrasi telah bebas dari tekanan-tekanan siapapun, termasuk black campaign.

Pada akhirnya sebuah praktik demokrasi harus menghasilkan output dan income yang jelas. Output yang dihasilkan dapat berupa keamanan dan ketertiban serta transparansi berbagai rangkaian praktik demokrasi. Misalnya saja dalam proses pelaksanaan pemilu, apabila jumlah sengketa yang muncul di MK itu besar, bagaimana dapat dikatakan output itu telah berhasil? Sehingga sudah sepatutnya publik dapat terus menjaga keberhasilan output demokrasi.

Maka selanjutnya, obyektifitas outcome praktik demokrasi perlu jelas terukur. Diantaranya, ukuran kesejahteraan para pemilih, apakah tingkat kesenjangan ekonomi menurun dan bagaimana dengan hutang negara. Ini harus ada konsensus nasional terlebih dahulu.

Jika ukuran output dan outcome telah jelas, maka kita baru dapat menyatakan bahwa era demokratis saat ini lebih baik dari era sebelumnya.

Tujuan Demokrasi
Berbicara praktik demokrasi tentunya semua tetap kita kembalikan pada hal dasar tujuan demokrasi. Secara konstitusional, tujuan demokrasi Indonesia telah tertuang pada pembukaan UUD ’45. Karena itu evaluasi dari hasil praktik demokrasi harus kembali apakah tujuan yang tertuang pada UUD ’45 itu sudah semakin tercapai atau tidak?
Suatu hal yang tentu akan debatable, tetapi ini masih lebih baik dari pada hanya demokrasi demi demokrasi itu sendiri.

High Cost Politics
Design sistim politik Indonesia telah menjadikan keadaan yang “high cost politik”, yang akhirnya menghasilkan ”high lost opportunity”. Suatu sistim politik yang hanya dapat diperoleh dengan biaya tinggi. Indikatornya cukup sederhana saja, bahwa biaya mencapai suatu status tertentu dalam sistim politik ini lebih besar dari gaji selama menduduki jabatan yang diperoleh.

Peran Media Sosial
Dalam upaya mendukung peningkatan public serveillance terhadap praktik demokrasi maka peran media sosial merupakan hal vital. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wikipedia, forum dan dunia virtual.

Andreas Kaplan dan Michale Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.

Kembali pada peran nya, pada tataran filosofis, media sosial dapat mendeseminasikan pemikiran siapapun untuk memberikan penilaian, apakah penegakan nilai-nilai demokrasi telah meningkatkan sumberdaya yang dapat digunakan (usable resources)?

Apabila waste resources terlalu besar maka akan ada proses regenerasi yang artinya ada proses lain yang perlu ditambahkan. Media sosial perlu mendorong terjadinya transformasi kultural, agar terwujud masyarakat yang mempunyai standard moral yang tinggi dalam proses mencapai sesuatu.

Transformasi kultural adalah agar masyarakat mempunyai performance character dan moral character. Kedual character tersebut merupakan suatu implementasi masyarakat yang selalu berupaya untuk mencapai kinerja maksimal dengan kaidah etika dan standar moral tinggi.
Kesimpulan

Era demokrasi saat ini sedang dihadapkan oleh fakta-fakta adanya ketidak berhasilan praktik demokrasi dalam mencapai tujuan demokrasi. Maka diperlukan peningkatan public surveillence terhadap rangkaian agenda praktik demokrasi dan transformasi kultural yang dipercepat, bila dianggap merubah praktik demokrasi yang ada menghadapi kendala “kemampuan”. Untuk itu diperlukan peran media sosial. (Frediansyah Firdaus)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Al Hilal on Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia
  • Angka DH on LDII Tanggamus Helat Pelatihan Affiliate Marketing bagi Generasi Muda
  • Angka DH on Pengajian Remaja LDII Kota Bandung Bekali Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial
  • Angka DH on Dukung Program Pembangunan Daerah, LDII Tualang Silaturahim dengan Camat
  • Angka DH on LDII DKI Jakarta Audiensi dengan Kesbangpol, Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

3
Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

2
Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

1
Greenpeace Indonesia Dukung Masjid LDII Jadi Pusat Ketahanan Iklim dan Bencana Berbasis Komunitas

Greenpeace Indonesia Dukung Masjid LDII Jadi Pusat Ketahanan Iklim dan Bencana Berbasis Komunitas

1
Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

October 9, 2026
Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD

Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD

October 8, 2026
Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses

Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses

October 8, 2026
LDII Tulang Bawang Barat Helat Pelatihan Jurnalistik Pokja LINES

LDII Tulang Bawang Barat Helat Pelatihan Jurnalistik Pokja LINES

October 8, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia October 9, 2026
  • Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD October 8, 2026
  • Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses October 8, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.