Klaten (18/6). DPD LDII Kabupaten Klaten menggelar salat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Acara berlangsung di Lapangan SD Krajan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026).
Dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini, panitia mengangkat tema khutbah “Sembelih Sifat Egomu, Kikirmu, Tingkatkan Taqwa dan Keimanan”. Khutbah disampaikan oleh Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, Slamet Widodo. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam memaknai Iduladha tidak hanya sebatas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki akhlak.
Menurut Slamet, sifat egois, kikir, dan mementingkan diri sendiri menjadi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Karakter tersebut dapat menghambat tumbuhnya kepedulian sosial dan mengurangi kualitas hubungan antarsesama. Karena itu, Iduladha perlu dijadikan sarana untuk menumbuhkan keikhlasan, memperkuat kepedulian, dan meningkatkan kualitas ketakwaan.
“Yang perlu disembelih bukan hanya hewan kurban, tetapi juga sifat ego, sifat kikir, dan hawa nafsu yang dapat menjauhkan manusia dari nilai ketakwaan. Ketika seseorang mampu mengendalikan sifat-sifat tersebut, ia akan lebih mudah peduli terhadap sesama dan memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” ujar Slamet di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan pentingnya ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam menjalankan perintah Allah. Nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini, terutama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Idul Adha mengajarkan pengorbanan dan kepedulian. Kurban tidak berhenti pada pembagian daging, tetapi juga mengandung pesan agar umat Islam memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain, terbiasa berbagi, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” kata Slamet.
Pelaksanaan salat Idul Adha juga mendapat apresiasi dari Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, Suwarjo. Menurutnya, Iduladha merupakan momentum penting untuk memperkuat karakter masyarakat yang religius dan peduli terhadap sesama. Ia menilai tingginya partisipasi jamaah dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan yang terbangun di tengah warga.
“Idul Adha menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat hubungan sosial. Melalui momentum ini, kami mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya berbagi, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung,” ujar Suwarjo.
Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan pada Iduladha tahun ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada momentum hari raya. Menurutnya, pengendalian diri, keikhlasan, dan kepedulian sosial menjadi modal penting dalam membangun generasi yang berkarakter serta menciptakan masyarakat yang rukun dan berdaya.

